Detik-Detik Kapal Tugboat Terbalik di Batam, Kru yang Selamat Ceritakan Momen Dihantam Arus

Saat kejadian, sebagian kru berada di luar kapal untuk memperbaiki tali, sementara lainnya masih berada di dalam kapal.

Diterbitkan 07 Maret 2026, 15:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Insiden tragis kapal tugboat yang terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau, menelan korban jiwa. Dari lima anak buah kapal (ABK) yang berada di atas kapal saat kejadian, tiga orang ditemukan meninggal dunia, satu selamat, dan satu lainnya hingga kini masih dalam pencarian tim SAR.

Manajemen PT Pradana Samudra Lines memastikan bertanggung jawab penuh atas para kru yang menjadi korban dalam kecelakaan laut tersebut, termasuk santunan, asuransi, hingga seluruh biaya pemakaman.

Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines, Moh. Fatur Akbar, saat dikonfirmasi mengatakan perusahaan menanggung seluruh kebutuhan korban hingga proses pemakaman selesai.

“Kami memberikan santunan kepada korban, mengeluarkan asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman baik di dalam maupun luar kota sampai proses pemakaman selesai,” ujar Fatur di Batam, Sabtu (7/6/2026).

Ia menjelaskan, saat kejadian kapal tugboat tengah membantu mendorong kapal kargo Kyparissia di perairan PT ASL Tanjung Uncang. Di atas kapal terdapat lima orang kru yang bekerja di bawah manajemen PT Pradana Samudra Lines sebagai penyedia awak kapal.

Menurutnya, para kru memiliki kontrak kerja langsung dengan perusahaan tersebut, sehingga tanggung jawab terhadap kru sepenuhnya berada di pihak manajemen perusahaan, bukan pada manajemen PT ASL.

“Kami adalah manajemen kru. Para kru memiliki kontrak kerja langsung dengan perusahaan kami. Jadi kami yang mengelola dan menyediakan kru untuk kapal yang digunakan oleh perusahaan lain,” ucapnya.

 

Penyebab

Berdasarkan keterangan kru yang selamat, kecelakaan diduga terjadi akibat kondisi arus laut yang cukup kuat sehingga kapal terdorong ombak hingga akhirnya terbalik.

Saat kejadian, sebagian kru berada di luar kapal untuk memperbaiki tali, sementara lainnya masih berada di dalam kapal.

“Arus laut cukup kuat sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri. Namun kami memastikan seluruh kru bekerja sesuai prosedur operasi standar (SOP),” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada Jumat (6/3) sekitar pukul 17.57 WIB, sementara insiden diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.

Dari lima orang yang berada di atas kapal, tiga orang ditemukan meninggal dunia, yakni Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, dan Jhonson Bertuahman Damanik yang menjabat kepala kamar mesin (KKM).

Satu korban selamat diketahui bernama M. Habib Ansyari, sedangkan satu korban lainnya, Yusuf Tankin yang bertugas sebagai second engineer, hingga kini masih dalam pencarian.

 

Pencarian

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Tanjungpinang, Vessel Traffic Service (VTS) Batam, Polairud Polda Kepulauan Riau, serta pihak PT ASL Batam masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan korban yang hilang.