Timur Tengah Memanas, Penerbangan Makassar – Jeddah Tak Terganggu

Namun, karena situasi di Timur Tengah belum mereda, pihak bandara terus memantau dan berkoordinasi dengan otoritas setempat.

OlehFauzan
Diterbitkan 02 Maret 2026, 16:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas tidak berdampak pada operasional penerbangan rute MakassarJeddah. Pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin memastikan seluruh layanan penerbangan internasional, khususnya menuju Arab Saudi, masih berjalan normal dan sesuai jadwal.

PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyatakan, hingga Senin (2/3/2026), tidak ada penerbangan rute Timur Tengah yang mengalami pembatalan maupun penundaan akibat perkembangan situasi global.

“Operasional penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin hingga saat ini berjalan normal dan lancar,” ujar General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, dalam keterangan resminya, Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan data operasional, pada 1 Maret 2026 penerbangan kedatangan rute Jeddah–Makassar yang dilayani maskapai Lion Air berlangsung aman dengan total 386 penumpang. Sementara itu, penerbangan keberangkatan Makassar–Jeddah pada Senin (2/3/2026) yang dilayani maskapai Flyadeal juga tercatat berstatus on schedule dengan 79 penumpang.

“Hingga saat ini belum terdapat penerbangan yang terdampak, khususnya untuk rute Jeddah dari dan menuju Makassar,” kata Minggus.

 

Bandara Terus Koordinasi dengan Penerbanan dan Otoritas Negara Tujuan

Meski demikian, pihak bandara terus melakukan koordinasi intensif bersama maskapai penerbangan dan otoritas terkait guna mengantisipasi perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang tetap terjaga.

Sejalan dengan hal tersebut, manajemen bandara juga mencermati imbauan dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Wakil Menteri Agama sebelumnya mengimbau masyarakat untuk menunda atau tidak melakukan aktivitas ibadah ke Makkah dalam kondisi tertentu, menyusul dinamika situasi yang berkembang di kawasan tersebut.

Menurut Minggus, imbauan pemerintah menjadi perhatian bersama, terutama bagi calon penumpang yang akan melakukan perjalanan ke Arab Saudi. “Kami mengimbau calon penumpang untuk selalu memantau informasi resmi dari maskapai masing-masing serta mengikuti arahan pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, calon penumpang juga diminta datang lebih awal ke bandara dan mempersiapkan dokumen perjalanan dengan baik agar proses keberangkatan tetap berjalan lancar.