Mobil MBG Ringsek Usai Tabrakan dengan Truk Bermuatan Batu, Sopir Meninggal

Kondisi mobil MBG tampak ringsek parah di bagian depan. Sementara itu, truk bermuatan batu terlihat terguling di badan jalan.

Diterbitkan 12 Februari 2026, 14:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan maut melibatkan mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digunakan distribusi makan bergizi gratis (MBG) dengan truk bermuatan batu, terjadi di Kabupaten Lampung Timur, Kamis (12/2/2026). Dalam peristiwa tersebut, sopir mobil MBG dilaporkan meninggal dunia usai dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan rekaman video amatir yang diterima Liputan6.com, kondisi mobil MBG tampak ringsek parah di bagian depan. Sementara itu, truk bermuatan batu terlihat terguling di badan jalan.

Dalam video yang beredar, warga menyebut sopir mobil SPPG sempat terjepit di dalam kendaraan dan dalam kondisi tidak sadarkan diri saat proses evakuasi berlangsung. Kepolisian juga terlihat berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi korban.

“Telah terjadi kecelakaan antara mobil MBG dengan mobil truk bermuatan batu. Informasinya sopir mobil MBG meninggal dunia. Kejadiannya di Desa Bungkuk, Kecamatan Marga Sekampung,” ujar perekam video.

Sementara itu, kondisi sopir truk belum diketahui secara pasti.

Kasie Humas Polres Lampung Timur, Ipda Edwin Sutartama, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut.

Menurut dia, jajaran Satlantas Polres Lampung Timur telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

“Iya benar telah terjadi kecelakaan antara mobil MBG dengan mobil truk bermuatan batu. Tim Satlantas Polres Lampung Timur telah mendatangi TKP untuk melakukan penanganan awal,” kata Edwin saat dikonfirmasi, Kamis (12/2/2026).

Dia menjelaskan, kronologi lengkap kejadian masih dalam proses penyelidikan. Petugas juga masih mendata identitas para korban yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

“Informasi awal yang kami terima, sopir mobil MBG meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Untuk identitas para korban masih menunggu data dari tim, mohon waktu,” tandasnya.