Niat Mabuk Miras, 13 Pelajar di Pangkep Sulsel Tenggak Spirtus Dioplos Minuman Energi, 2 Tewas

Berniat mabuk minuman keras (miras), belasan pelajar di Pangkep Sulsel mencampur spirtus dengan minuman berenergi. Akibatnya fatal.

OlehFauzan
Diterbitkan 07 Februari 2026, 16:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pangkep - Berniat mabuk minuman keras (miras), sebanyak 13 pelajar di Pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan diduga mengonsumsi minuman oplosan berbahan cairan spritus dan minuman berenergi. Akibat peristiwa tersebut, dua orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia, sementara lainnya harus menjalani perawatan dan pemeriksaan medis Intensif.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (3/2/2026) malam di Dermaga Batu Pulau Sapuka. Dua korban meninggal masing-masing berinisial WA (16) dan SA (17), yang dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (5/2/2026) di Puskesmas Pulau Sapuka.

Kasi Humas Polres Pangkep, AKP Imran, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa para korban diduga mengonsumsi minuman oplosan secara bersama-sama dalam dua waktu berbeda pada hari yang sama.

"Awalnya, pada siang hari salah satu anak membeli spritus, air mineral, minuman berenergi, dan susu kental manis, lalu dioplos dan diminum bersama beberapa temannya. Kemudian pada malam harinya kembali membeli spritus dan bahan lainnya untuk dikonsumsi di Dermaga Batu Pulau Sapuka," ujar Imran, Sabtu (7/2/2026).

Setelah mengonsumsi minuman oplosan tersebut, kondisi para pelajar mulai memburuk. Pada Kamis pagi, salah satu korban mengalami kejang dan langsung dibawa ke Puskesmas Pulau Sapuka. Tak lama berselang, korban kedua juga dibawa ke fasilitas kesehatan yang sama. Belakangan keduanya dinyatakan meninggal dunia.

"Sekitar pukul 13.00 Wita korban WA dinyatakan meninggal dunia, dan pada malam harinya sekitar pukul 20.00 Wita korban SA juga dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.

 

11 Pelajar Lainnya Masih Menjalani Perawatan

Sementara itu, 11 pelajar lainnya saat ini masih menjalani perawatan dan pemeriksaan medis di Puskesmas Pulau Sapuka dengan kondisi yang beragam.

Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mendata korban dan saksi, mengamankan para pelajar yang diduga ikut mengonsumsi minuman oplosan, hingga mencari barang bukti.

"Kami juga telah melakukan interogasi terhadap saksi-saksi serta memeriksa pedagang yang menjual spritus kepada para korban," tambah Imran.

Polres Pangkep masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut dan mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami masih melakukan pendalaman, apakah ada penyebab lain atau seperti apa. Yang jelas kami meminta para orangtua untuk sama-sama menjaga anak masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang," pungkasnya.