30 Rumah Tertimbun Longsor di Cisarua Bandung Barat

BPBD Kabupaten Bandung Barat kini tengah melakukan penanganan dan pencarian korban di lokasi kejadian.

Diterbitkan 24 Januari 2026, 14:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat (BPBD Jabar) menyebutkan sebanyak 6 orang meninggal dunia dan 83 orang masih dalam pencarian petugas usai tanah longsor terjadi di daerah Pasir Kuning RT 05/11 dan Pasir Kuda RT 01/10, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jabar, Edy Heryadi, berdasarkan data pukul 11.29 WIB, Sabtu, 24 Januari 2024, sebanyak 23 warga dinyatakan selamat dari kejadian tanah longsor yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi tersebut.

"Korban terdampak 34 KK atau 113 Jiwa. Diperkirakan kurang lebih 30 rumah terdampak," ujar Edy kepada Liputan6.com, Sabtu (24/1/2026).

Edy mengatakan pendataan warga serta bangunan yang terdampak masih dilakukan dan masih dalam penanganan petugasnya dibantu dengan instansi yang lain.

Edy menyebut BPBD Kabupaten Bandung Barat kini tengah melakukan penanganan dan pencarian di lokasi kejadian. Dalam usaha pencarian dan penyelamatan ini, petugas BPBD Provinsi Jawa Barat melakukan hal serupa di lokasi kejadian.

"Sekarang dari BPBD Jabar mengirimkan personil, peralatan dan alat-alat berat backhoe untuk pencarian korban yang tertimbun," kata Edy.

 

Kronologis Kejadian

Bencana tanah longsor menerjang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Sabtu (24/1) dinihari. Material tanah dari perbukitan menghantam pemukiman warga, merusak puluhan rumah dari Kampung Pasir Kuning hingga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu.

Peristiwa terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap. Suara gemuruh keras dari arah bukit menjadi pertanda awal datangnya bencana. Tak lama berselang, longsoran tanah bergerak cepat menuruni lereng dan menerjang rumah-rumah di bawahnya.

Dari informasi yang dihimpun kepolisian, warga sempat mendengar suara mencurigakan sebelum akhirnya menyadari tanah mulai bergerak ke arah permukiman.

"Sebelum kejadian, warga mendengar suara gemuruh cukup kuat. Setelah dicek, terlihat material tanah bergerak dari arah Pasir Kuning hingga Pasir Kuda," kata Kapolsek Cisarua, A. Y. Yogaswara, dalam laporan resminya, Sabtu (24/1/2026).

 

Tim Gabungan

Tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI, BPBD, relawan, dan warga setempat terus melakukan evakuasi serta penyisiran di lokasi bencana. Namun, tebalnya timbunan tanah dan kondisi medan yang berat menjadi kendala utama dalam proses penyelamatan.

Selain itu, petugas juga melakukan pengamanan lokasi serta koordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan darurat.

"Kami bersama unsur terkait terus berupaya maksimal meskipun kondisi di lapangan cukup sulit," kata Yogaswara.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar area rawan longsor untuk menjauh sementara waktu dan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi tanah masih labil akibat curah hujan tinggi.

Upaya pencarian korban pun masih terus dilanjutkan hingga seluruh warga yang dilaporkan hilang dapat ditemukan.