Liputan6.com, Jakarta - Bencana tanah longsor melanda wilayah Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (19/1/2026).
Insiden ini menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur pengairan setelah Tembok Penahan Tanah (TPT) jebol terbawa material longsor, yang kini mengancam keberlangsungan puluhan hektar lahan pertanian warga.
Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di Kampung Limus Nunggal RT 21/RW 10, Desa Cibentang, sekitar pukul 13.00 WIB. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menjadi pemicu utama ambruknya TPT dengan dimensi panjang 10 meter, tinggi 3 meter, dan lebar 1 meter.
Advertisement
Berdasarkan keterangan dari Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, terputusnya saluran air ini menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan lokal di wilayah tersebut.
Petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Daeng Sutisna memaparkan dampak teknis yang terjadi di lapangan.
"Akibat hujan deras kemarin, mengakibatkan longsor yang mengakibatkan TPT jebol terbawa longsor dengan panjang 10 meter, tinggi 3 meter, lebar 1 meter. Akibat longsoran tersebut saluran air terputus sehingga mengancam 40 hektar tidak tersaluri air," ujar Daeng Sutisna dalam laporan resminya, Selasa (20/1/2026).
Selain melakukan pendataan kerusakan infrastruktur, pihak BPBD juga memastikan keamanan warga di sekitar lokasi kejadian. Daeng menambahkan, meskipun dampak materiil cukup besar, tidak ada korban manusia dalam peristiwa tersebut.
"Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini. Kami terus melakukan pemantauan wilayah melalui WAG P2BK se-Kabupaten Sukabumi dan melakukan pengamatan titik rawan bencana melalui aplikasi InaRisk BNPB," tambah dia.
Hingga saat ini, BPBD bersama pihak desa masih melakukan koordinasi untuk langkah penanganan darurat agar aliran irigasi bisa segera diperbaiki sebelum dampak kekeringan pada lahan sawah semakin meluas.
"Masyarakat diminta tetap waspada mengingat cuaca saat ini terpantau berawan tebal dengan kelembaban udara mencapai 96 persen," jelas Daeng.
Â
Banjir Bekasi, Satu Remaja Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Area Lapangan Sepak Bola
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441889/original/058278100_1765520069-7.jpg)
Sebelumnya, musibah banjir yang melanda Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar) menyebabkan satu remaja berinisial J (19) meninggal dunia usai tenggelam di area lapangan sepak bola yang terendam air setinggi dua meter.
Remaja asal Kampung Nanggewer, Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur itu ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di lapangan sepak bola usai bermain bersama tiga rekannya.
"Kejadiannya kemarin siang. Korban sempat berenang sejauh 50 meter dari daratan dan berhenti bergelantungan di tiang gawang, kemungkinan karena kelelahan," ujar tenaga medis setempat, Taryana, dilansir Antara, Selasa (20/1/2026).
Dia mengungkapkan, ketiga rekan yang melihat kondisi korban sudah melemah segera berenang menuju daratan untuk meminta bantuan warga sekitar, namun tak lama kemudian korban tenggelam.
Menerima laporan rekan korban, warga setempat memulai proses pencarian meski sempat terkendala karena sarana perahu yang biasa digunakan sedang dipakai untuk mengevakuasi korban banjir lain.
"Saat ditemukan, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Nadinya tidak teraba, tidak ada napas, wajahnya pucat dan membiru," kata Taryana.
Taryana mengaku sempat memberikan pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (RJP) dengan kompresi dada selama 10 menit. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Ambulans yang datang ke lokasi kemudian memastikan bahwa korban telah meninggal dunia.
Â
Advertisement
Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Pihak keluarga korban meminta agar jenazah segera dipulangkan ke rumah duka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui dapat berenang. Namun, diduga saat kejadian ia dalam kondisi kurang sehat.
"Kemungkinan besar karena korban kurang sehat sehingga korban tenggelam," tutup Taryana.
Diketahui, banjir di wilayah Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin disebabkan oleh luapan Sungai Citarum dan Cibeet. Warga diimbau untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas di area banjir demi mencegah insiden serupa terulang kembali.
"Kita imbau masyarakat untuk untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas di area banjir demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," kata Camat Kedungwaringin Maman Badruzaman.
Sebelumnya, seorang warga terdampak banjir di Desa Karangligar Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang sempat dilaporkan hilang ditemukan meninggal dunia. Korban bernama Adi Suwardi.
"Korban warga Dusun Pangasinan RT 001 RW 001, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat," kata Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan, Selasa (20/1/2026).
Cep Wildan menyebutkan, pada Senin 19 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, korban sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya. Saat pihak keluarga melapor, korban terakhir kali terlihat berjalan seorang diri di sekitar wilayah terdampak banjir.
Mendapat laporan dari pihak keluarga, jajaran Polsek Telukjambe Barat bersama Satpolairud Polres Karawang, BKO Ditpolairud Polda Jawa Barat, Brimob, TNI, BPBD Karawang, serta relawan Tagana langsung melakukan upaya pencarian dengan menyisir lokasi menggunakan perahu karet.
"Korban ditemukan tenggelam di area banjir, pada Senin (19/1) sekitar pukul 17.00 WIB dengan kondisi meninggal dunia. Selanjutnya dilakukan evakuasi dan penanganan sesuai prosedur," katanya, dikutip dari Antara.
Setelah dievakuasi, petugas berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses pemeriksaan awal kepolisian. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan selanjutnya dimakamkan.
Pihak kepolisian menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang masih terdampak banjir, guna menghindari kejadian serupa.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5430614/original/057304300_1764667635-Infografis_Aceh_CMS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478698/original/016685500_1768912518-218483.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373282/original/024149200_1476385389-Sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2334108/original/066597200_1534606749-Tambang_Freeport.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7070427/original/091082700_1779849024-IMG-20260526-WA0142.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6984126/original/071255300_1779751550-email-attachment_2026_05_25_fira-alfi-syahrin_pipa-air-utama-amtj-sukabumi-jebol-tertimpa-longsor-pasokan-air-ribuan-warga-sukabumi-tersendat_339555.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6856560/original/005070800_1779639400-338368.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6249871/original/094299000_1779126144-b20d8e26-4783-4baf-b44a-a830a969accd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5968214/original/006468900_1778863588-327695.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5948304/original/020967200_1778845186-WhatsApp-Image-2026-05-14-at-20.38.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5708813/original/093571400_1778593055-324772.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582992/original/024357400_1778134198-Ruas_Jalan_Tol_Bogor___Ciawi___Sukabumi__Bocimi_-7_Mei_2026.jpg)