BPBD: 44 Rumah Warga Rusak Terdampak Cuaca Ekstrem di Kota Serang

Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menjelaskan bahwa kerusakan tersebut dipicu hujan deras disertai angin kencang. Kondisi itu menyebabkan sejumlah bangunan roboh serta tertimpa pohon tumbang.

Diterbitkan 16 Januari 2026, 20:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, mencatat sebanyak 44 rumah warga mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut hingga Jumat (16/1/2026).

Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menjelaskan bahwa berdasarkan laporan akhir situasi kebencanaan BPBD Kota Serang per pukul 14.00 WIB, kerusakan tersebut dipicu hujan deras disertai angin kencang. Kondisi itu menyebabkan sejumlah bangunan roboh serta tertimpa pohon tumbang.

Adapun rumah warga yang terdampak tersebar di enam kecamatan, meliputi Kecamatan Kasemen, Cipocok Jaya, Walantaka, Curug, Serang, dan Taktakan.

"Total rumah rusak mencapai 44 unit. Jenis kerusakan bervariasi mulai dari atap dapur ambruk, dinding roboh, hingga kerusakan pada bagian depan rumah," ujarnya di Serang, seperti dikutip dari Antara.

Kecamatan Walantaka menjadi salah satu wilayah yang mencatatkan jumlah laporan cukup banyak. Di Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, tercatat sejumlah rumah mengalami kerusakan pada bagian dapur dan atap akibat diterjang cuaca buruk pada Senin 12 Januari 2026.

 

Tertimpa Pohon

Selain faktor angin kencang dan hujan lebat, beberapa rumah juga dilaporkan rusak akibat tertimpa pohon. Di Kecamatan Taktakan dan Kasemen, pohon tumbang dilaporkan menimpa bagian atap dan dapur milik warga.

Tim BPBD Kota Serang telah menerjunkan personel untuk melakukan asesmen kerusakan dan membantu penanganan di lokasi kejadian.

"Kami melakukan penanganan pohon tumbang dan asesmen rumah roboh serta pendataan untuk wilayah yang terdampak," katanya.

 

Dampak Banjir

Selain menyebabkan kerusakan pada 44 unit rumah, cuaca ekstrem di Kota Serang juga mengakibatkan banjir yang merendam 1.629 rumah dan menyebabkan 11 kejadian pohon tumbang di jalur protokol. Total warga yang terdampak rangkaian bencana hidrometeorologi ini mencapai 1.809 kepala keluarga (KK) atau 6.544 jiwa.

"Untuk banjir hingga saat ini sudah mulai surut dan warga mulai membersihkan rumahnya masing-masing," imbuhnya.

BPBD mengimbau masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana maupun yang memiliki pohon besar di sekitar rumah untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis.