Liputan6.com, Lampung - Kasus penganiayaan yang melibatkan anak seorang purnawirawan Polri terhadap pegawai bank milik negara (BUMN) di Lampung akhirnya diselesaikan secara damai.
Sebelumnya, korban sempat melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kedaton dengan tuntutan agar pelaku diproses secara hukum. Korban bahkan menyatakan ingin mendapatkan keadilan atas tindakan penganiayaan yang dialaminya.
Namun, seiring berjalannya proses, kedua belah pihak sepakat menempuh jalan damai. Kesepakatan itu ditandai dengan penyerahan surat pernyataan perdamaian kepada Penyidik Unit Reskrim Polsek Kedaton pada Rabu (7/1/2026).
Advertisement
Kanit Reskrim Polsek Kedaton, Ipda Sulthon, membenarkan adanya kesepakatan damai tersebut. Ia mengatakan proses perdamaian dilakukan dengan pendampingan kuasa hukum dari pihak terlapor.
"Sudah ada surat perdamaian. Itu ditengahi oleh kuasa hukum terlapor dan sudah disampaikan kepada kami,” kata Sulthon kepada Liputan6.com, Kamis (8/1/2026).
Sulthon menjelaskan, dalam kesepakatan itu pelapor juga telah secara resmi mencabut laporan polisi yang sebelumnya dibuat. Dengan adanya pencabutan laporan dan kesepakatan damai, perkara tersebut dinyatakan selesai.
"Kesepakatan ada di antara mereka. Pelapor juga sudah mencabut laporannya, sehingga perkara ini dinyatakan selesai. Tinggal proses penghentiannya saja," jelasnya.
Sulthon menambahkan, kasus tersebut masih berada pada tahap penyelidikan dan belum meningkat ke tahap penyidikan. Karena itu, proses hukum dapat dihentikan setelah adanya perdamaian dan pencabutan laporan.
"Masih tahap penyelidikan, belum naik sidik. Karena sudah ada perdamaian dan pencabutan laporan, maka prosesnya bisa dihentikan," tandasnya.
Sebelumnya, Hendra Winata diniaya DE. Korban dan terduga pelaku awalnya terlibat cekcok terkait hilangnya speaker di indekos kawasan Rajabasa, Bandar Lampung.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus mendapatkan perawatan medis. Insiden terjadi pada Minggu (4/1/2026) lalu di rumah pribadi ayah terduga pelaku.
Kronologi Penganiayaan
Kejadian bermula saat Hendra bersama sejumlah teman mempertanyakan keberadaan speaker milik temannya yang hilang. Berdasarkan keterangan beberapa penghuni indekos, DE sempat terlihat membawa speaker tersebut sebelum dinyatakan hilang.
"Saya waktu itu ada di kos teman. Ada teman yang kehilangan speaker, dan beberapa orang melihat Dendi sempat membawa speaker itu," ujar Hendra saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).
Saat ditanya, DE disebut tidak mengakui perbuatannya. Situasi kemudian memanas setelah ayah DE yang merupakan pemilik indekos sekaligus purnawirawan Polri datang ke lokasi.
Tidak lama berselang, Hendra bersama dua rekannya dibawa ke rumah pribadi ayah DE dengan dalih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Namun, di lokasi tersebut justru terjadi perdebatan berujung pada aksi kekerasan.
"Di sana berdebat. Ayahnya ngomong kasar dan mengancam kami. Terus Dendi menampar saya, lalu memukul kepala saya pakai gagang sapu sampai kepala saya pecah," tuturnya.
Dalam situasi mencekam tersebut, dua rekan korban berupaya melarikan diri dengan membuka pagar rumah yang sempat dikunci. Sementara Hendra dilarikan ke rumah sakit akibat luka di bagian kepala.
Atas kejadian itu, korban telah melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke Polsek Kedaton. Ia berharap proses hukum berjalan adil meski terduga pelaku merupakan anak purnawirawan Polri.
"Saya hanya ingin keadilan. Semoga pelaku bisa diproses sesuai hukum," tegasnya kala itu.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342869/original/054403100_1757402619-IMG-20250909-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464696/original/023500600_1767701867-1000895859.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305246/original/026543500_1784789481-1001489611.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305064/original/039528600_1784783779-Potongan_video_TNI_dikeroyok_hingga_tewas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/527394/original/aniaya-ilustrasi-131207b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304689/original/021470600_1784732248-903084.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304494/original/095146800_1784717176-901934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1953505/original/071520100_1519978843-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/679259/original/ilustrasi-penganiayaan-140520-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/938053/original/002913100_1437993639-PIC-6.jpg)