Viral Penampakan Pocong Bikin Anak SD di Sinjai Takut ke Sekolah, Ternyata Ulah 2 Remaja Gabut

Video viral yang memperlihatkan penampakan pocong di lingkungan SD Negeri 6 Mattumpu, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, akhirnya terungkap.

OlehFauzan
Diterbitkan 05 Januari 2026, 19:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sinjai - Video viral yang memperlihatkan penampakan pocong di lingkungan SD Negeri 6 Mattumpu, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, akhirnya terungkap. Polisi memastikan video tersebut bukan kejadian mistis, melainkan hasil rekayasa dua remaja yang sengaja membuat konten iseng hingga meresahkan warga dan siswa sekolah.

Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso, mengatakan pihaknya langsung menurunkan Unit Resmob Satreskrim Polres Sinjai setelah video tersebut ramai beredar di media sosial dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Setelah dilakukan penyelidikan, diperoleh hasil bahwa video penampakan pocong itu merupakan rekayasa. Pemerannya menggunakan kain kafan dan dibuat secara sengaja," ujar Agus kepada Liputan6.com, Senin (5/1/2026).

Dari hasil penyelidikan tersebut, polisi mengamankan dua remaja yang terlibat langsung dalam pembuatan dan penyebaran video. Keduanya yakni NAA alias Awa (21), yang berperan sebagai pocong, serta IJ (18), yang merekam aksi tersebut.

"Unit Resmob berhasil mengamankan dua orang remaja, satu berperan sebagai pocong dan satu lagi sebagai perekam video," jelas Agus.

Berdasarkan hasil interogasi, kedua remaja itu mengakui seluruh perbuatannya. Aksi tersebut dilakukan pada Selasa dini hari, 30 Desember 2025, sekitar pukul 02.00 Wita, di halaman SD Negeri 6 Mattumpu, Jalan Bulu Bicara, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara.

"Video itu awalnya dibuat hanya untuk bercanda, lalu dikirim ke grup WhatsApp. Namun kemudian menyebar luas hingga viral dan menimbulkan ketakutan," ungkap Agus.

 

Bikin Anak SD Takut

Akibat beredarnya video tersebut, sejumlah siswa SD Negeri 6 Mattumpu dilaporkan merasa terganggu dan takut untuk beraktivitas di lingkungan sekolah. Kondisi itulah yang mendorong pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan klarifikasi guna menenangkan masyarakat.

Saat ini, Polres Sinjai masih melakukan pendalaman dan pembinaan terhadap kedua remaja tersebut, serta mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan konten yang belum jelas kebenarannya, terutama yang dapat menimbulkan keresahan publik.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan tidak ikut menyebarkan informasi atau video yang belum jelas kebenarannya. Gunakan media sosial secara bertanggung jawab agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain," tegasnya.

Â