Cerita Satu Keluarga Jadi Korban Kecelakaan Bus di Tol Semarang: Ibu dan Anak Tewas, Ayah Kritis

Dusun Kebur Lor, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, berduka usai dua warganya menjadi korban kecelakaan mau bus Cahaya Trans di Tol Semarang.

OlehHendro
Diterbitkan 22 Desember 2025, 19:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sleman - Kabar duka menyelimuti Dusun Kebur Lor, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, Senin (22/12/2025). Dua warganya, Endah dan putrinya, Mutiara, meninggal dunia dalam kecelakaan maut Bus Cahaya Trans di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, pada Senin dini hari (22/12/2025), sekitar pukul 00.45 WIB.

Kecelakaan tersebut merenggut nyawa ibu dan anak yang tengah dalam perjalanan kembali ke Yogyakarta usai mudik ke Bogor, kampung halaman Endah. Duka mendalam dirasakan keluarga setelah kabar nahas itu diterima sekitar pukul 07.00 WIB.

Kakak sepupu korban, Miftahul Ma’rifah, menuturkan bahwa Mutiara meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara sang ibu mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

"Saya dapat kabar dari adik sepupu pagi tadi. Mutia meninggal di tempat, sedangkan Ibu Endah meninggal di perjalanan," ujar Miftahul saat ditemui di rumah duka.

Sementara itu, Purwoko atau yang akrab disapa Pak Pur, suami Endah sekaligus ayah Mutiara, dilaporkan selamat namun kritis usai mengalami luka-luka, dan masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Semarang.

Miftahul menjelaskan, keluarga tersebut hendak kembali ke Jogja setelah mengunjungi orang tua Endah di Bogor.

"Kalau Bu Endah asli Bogor, sedangkan Pak Pur orang Jogja," jelasnya.

Mutiara diketahui merupakan mahasiswi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan anak kedua dari dua bersaudara. Kakak kandungnya saat ini bekerja di Jepang. Komunikasi terakhir keluarga dengan Mutiara terjadi pada Minggu (21/12/2025) saat korban memberi kabar tengah dalam perjalanan pulang.

"Terakhir bilang sudah OTW pulang ke Jogja, setelah itu tidak ada kabar lagi," ungkapnya.

Pihak keluarga dibantu warga setempat telah menyiapkan prosesi pemakaman yang direncanakan berlangsung hari ini, Senin (22/12/2025), di Pemakaman Umum Kebur Lor, tepat di belakang rumah duka.

 

Duka Para Tetangga

Duka juga dirasakan para tetangga. Binuko Wawan, salah satu tetangga korban, mengaku terkejut saat mengetahui kabar kecelakaan tersebut. Informasi pertama justru diterima dari telepon Purwoko kepada rekan kerjanya di Sleman.

"Kaget sekali. Tahunya malah dari Pak Pur sendiri yang nelepon," kata Binuko.

Di mata warga, keluarga Purwoko dikenal ramah dan aktif bermasyarakat. Meski berasal dari Bogor, Endah dikenal mudah bergaul dan peduli lingkungan. Begitu pula dengan Mutiara yang aktif dalam kegiatan kepemudaan.

"Anaknya humble, entengan, dan selalu srawung. Sesibuk apa pun kalau ada kegiatan pemuda pasti ikut," kenangnya.

Binuko juga menyimpan kenangan pribadi dengan Endah yang pernah membantu mengasuh anaknya saat masih bayi. Ia menyebut sempat mendengar rencana mudik keluarga tersebut.

"Awalnya rencana ke Bogor tanggal 21, tapi ternyata maju. Tanggal 21 itu malah pulang untuk selamanya," ucapnya lirih.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan Bus PO Cahaya Trans yang membawa 34 penumpang itu mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 18 lainnya selamat. Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, menyebut bus melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak pembatas jalan di tikungan jalur penghubung RAM 3 Exit Tol Krapyak.

Sebagai bentuk tanggung jawab, seluruh korban kecelakaan tersebut, termasuk keluarga Endah dan Mutiara, langsung mendapatkan santunan dari Jasa Raharja sesuai ketentuan yang berlaku. Santunan diberikan kepada ahli waris korban meninggal dunia serta biaya perawatan bagi korban yang selamat.