Liputan6.com, Jakarta - Ratusan ibu-ibu di Desa Tabuyung, Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) membakar sejumlah rumah yang diduga milik bandar narkoba pada Kamis (17/12/2025). Aksi ini dipicu oleh rasa frustrasi warga karena pihak kepolisian dianggap tidak serius memberantas peredaran narkotika di wilayah tersebut.
Kemarahan warga memuncak setelah acara pengajian dan doa bersama. Tanpa komando, massa yang didominasi kaum ibu ini langsung bergerak menuju lokasi-lokasi yang disinyalir menjadi sarang peredaran narkoba.
Plt Kepala Desa Tabuyung, Iskandar Muda Tanjung, mengonfirmasi aksi tersebut merupakan reaksi spontanitas. Ia menyebut warga sudah sangat resah melihat generasi muda di desa rusak akibat barang haram tersebut.
Advertisement
"Setelah acara pengajian dan doa bersama, ibu-ibu ini langsung bergerak ke rumah yang diduga bandar narkoba. Di lokasi, mereka mengamuk, melempari bangunan dengan batu, hingga melakukan pembakaran," ujar Iskandar kepada wartawan, Jumat (19/12/2025).
Pihak desa sebenarnya telah berupaya melakukan pencegahan agar warga tidak main hakim sendiri, namun kemarahan warga sudah tidak terbendung.
Menurut Iskandar, ini bukan kali pertama warga mengeluh, namun peredaran narkoba tetap saja eksis seolah tak tersentuh hukum.
Kecewa dengan Kerja Polisi
Aksi "sweeping" ini menjadi tamparan keras bagi aparat penegak hukum. Warga menilai Polres Madina terkesan 'tutup mata' dan abai terhadap laporan-laporan warga.
Kekecewaan inilah yang mendorong para ibu nekat mengambil alih peran penegakan hukum dengan cara mereka sendiri. Personel Polres Madina dilaporkan baru tiba di lokasi setelah aksi pembakaran dan perusakan.
"Masyarakat melakukan penggerebekan di rumah-rumah yang dijadikan tempat peredaran narkoba. Personel Satresnarkoba kemudian turun ke lokasi kejadian setelah peristiwa tersebut," ungkap Kasi Humas Polres Madina, Ipda Fahrul Syahban Simanjuntak.
Hingga saat ini, situasi di Desa Tabuyung masih dalam pemantauan polisi. Meski demikian, aksi ini menjadi sinyal kuat dari masyarakat bahwa mereka tidak akan lagi menoleransi peredaran narkoba yang menghancurkan masa depan anak-anak mereka.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292724/original/032902100_1783654519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T102917.054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532976/original/075889100_1773717683-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-17T102114.591.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3442302/original/010871700_1619603652-20210428-_Ungkap_Peredaran_2_5_Ton_Sabu_Jaringan_Internasional__Polri_Tangkap_18_Tersangka-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264044/original/048184800_1782061399-063_2282635876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289370/original/055592900_1783402351-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288262/original/025055100_1783308426-eng5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292649/original/094376400_1783641258-Achraf_Hakimi_dan_Ayyoub_Bouadd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288081/original/061472300_1783298244-nor8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289008/original/052236500_1783385709-sp2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292646/original/028409800_1783639977-Facundo_Tello.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292621/original/094494100_1783638050-fran1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292619/original/010111700_1783634834-000_B9T69X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292617/original/012709000_1783634462-000_B9T69YH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261503/original/087816000_1671051714-AP22348707544069.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9136227/original/075672600_1783074924-Katingan-Pencarian-dua-polisi-hilang-di-Sungai-Katingan-terus-diintensifkan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8468426/original/018013500_1782370745-43650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8048630/original/076594300_1780891904-1001338673.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6388118/original/060718500_1779263344-WhatsApp_Image_2026-05-20_at_14.22.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6366026/original/090783500_1779241114-1001272989.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5710193/original/006116600_1778595345-1001249476.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570801/original/042866800_1777542389-1000315256.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1071836/original/021479300_1448938529-penjara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552571/original/051907100_1775814064-1001155156.jpg)