Cuaca Ekstrem Mengintai, Lampung Gelar Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Risiko Bencana

Gubernur menerima paparan terkini dari tim OMC mengenai kondisi atmosfer dan pergerakan awan hujan di wilayah Lampung.

Diterbitkan 17 Desember 2025, 21:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengambil langkah serius menghadapi ancaman bencana akibat cuaca ekstrem. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung Posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Raden Inten II, Lampung Selatan, Rabu (17/12/2025).

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai upaya antisipatif menghadapi potensi peningkatan curah hujan yang dipicu gangguan atmosfer dan dampak siklon tropis di wilayah barat Sumatera.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menerima paparan terkini dari tim OMC mengenai kondisi atmosfer dan pergerakan awan hujan.

Berdasarkan hasil pemantauan, pertumbuhan awan hujan terpantau masif di perairan barat Sumatera dan berpotensi bergerak ke daratan Lampung seiring pola angin yang dominan bertiup dari barat hingga barat laut.

“Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan untuk mengendalikan awan hujan agar diturunkan lebih awal di laut, sehingga dampak hujan lebat di daratan dapat diminimalkan,” kata Rahamad Mirzani, Rabu (17/12/2025).

BMKG memprakirakan, pada periode 17-24 Desember 2025, sebagian besar wilayah Lampung berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang.

Bahkan, sejumlah daerah berisiko mengalami hujan lebat dengan curah mendekati 100 milimeter per hari, disertai angin berkecepatan 15-20 knot, terutama pada siang hingga sore hari.

"Saat ini, operasi penyemaian awan menggunakan pesawat jenis Fletcher dengan jangkauan terbatas. Untuk meningkatkan efektivitas, tim OMC mengusulkan pembentukan posko bayangan di wilayah pesisir barat Sumatra," jelas dia.

Langkah tersebut dinilai penting guna memperluas jangkauan penyemaian awan dan memaksimalkan pengendalian hujan sebelum memasuki wilayah daratan Lampung.

 

Modifikasi Cuaca Sudah Dilakukan Sejak 14 Desember

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Sjawal mengungkapkan, Operasi Modifikasi Cuaca telah dimulai sejak 14 Desember 2025.

Operasi itu merupakan respons atas kemunculan bibit siklon tropis 92S serta dampak Siklon 91S atau Siklon Bakung, yang ekor siklonnya sempat memengaruhi wilayah pesisir Lampung.

“BNPB merespons status waspada cuaca di Lampung dengan mengirimkan tim OMC bersama BMKG Pusat. Fokus kami adalah menyemai awan penghujan di perairan barat Lampung agar tidak masuk dan menumpuk di daratan,” ujar Rudy.

Ia menyebutkan, strategi cloud seeding dilakukan untuk memicu hujan turun di laut, sehingga risiko banjir dan longsor di wilayah rawan seperti Pesisir Barat, Lampung Barat, dan Tanggamus dapat ditekan.

“Pada hari ini, tim telah melakukan lima kali penerbangan. Siklon Bakung memang terpantau menjauh, namun awan konvektif besar di wilayah barat masih perlu diurai,” ungkapnya.Rudy menuturkan, tahap pertama OMC dijadwalkan berakhir pada Kamis (18/12/2025). Namun, melihat kondisi atmosfer yang masih dinamis, operasi berpeluang diperpanjang dengan strategi baru, termasuk pembentukan posko bayangan di Bandara Taufik Kiemas, Krui.

“Jangkauan awan target cukup jauh dari Bandara Raden Inten II. Jika tidak disemai, kumpulan awan ini berpotensi memicu hujan ekstrem di daratan Lampung,” tegasnya.