Polisi Kejar 10 Provokator Tawuran Makassar: Semua Pelaku Bakal Tidak Enak Tidurnya

Pihak kepolisian juga telah mengantongi identitas 10 pelaku yang diduga sebagai provokator dan pelaku pembakaran 13 rumah di Lorong Borta saat tawuran.

OlehFauzan
Diterbitkan 20 November 2025, 16:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makassar - Plh Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Muhammad Ridwan memastikan kondisi di Kampung Sapiria dan Lorong Borta, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, kini berangsur kondusif setelah ketegangan memuncak akibat tewasnya 'Panglima Perang' bernama Civas beberapa waktu lalu.

"Untuk tawuran beberapa hari terakhir ini sudah tidak ada lagi, kami di sini lakukan kegiatan sweeping maupun penggeledahan di beberapa tempat," kata Ridwan yang juga menjabat sebagai Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel, Kamis (20/11/2025).

Dalam patroli dan penggeledahan yang dilakukan pada Rabu malam, aparat kepolisian berhasil menangkap delapan pemuda yang sedang asyik mengonsumsi narkoba. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.

"Tadi malam kita melaksanakan kegiatan (penyisiran) di beberapa tempat dan kita mengamankan delapan orang sedang mengonsumsi narkoba dan sementara kembangkan. Beberapa barang bukti seperti sabu, tembakau sintesis, dan obat daftar G kami amankan," jelasnya.

Selain itu, lanjut Ridwan, pihak kepolisian juga telah mengantongi identitas 10 pelaku yang diduga sebagai provokator dan pelaku pembakaran 13 rumah di Lorong Borta saat tawuran Makassar. Pembakaran itu diduga dilakukan oleh pemuda asal Kampung Sapiria yang tak terima atas kematian Civas.

"10 DPO ini adalah pelaku (provokator) tawuran, baik itu menggunakan busur panah, baik melakukan pembakaran (rumah)," jelasnya.

"Kami konsisten, semua pelaku kejahatan bakal tidak enak tidurnya dan tidak enak hidupnya di Sulsel, ke mana pun larinya akan kami kejar," tegas Ridwan.

Lebih jauh, Ridwan menjelaskan bahwa pihaknya kini telah mendirikan lima posko pengamanan sementara di sejumlah titik rawan di kawasan Kampung Sapiria dan Lorong Borta. Aparat gabungan TNI dan Polri juga disiagakan di setiap posko tersebut.

"Kita juga sudah bentuk posko, ada lima yang kita dirikan menggunakan tenda bergabung dengan TNI. Kekuatan yang bersiaga dari Polri 250 orang, dari TNI 100 orang," ucapnya.

Terkait 13 rumah yang menjadi korban pembakaran, Ridwan menjelaskan bahwa seluruh rumah itu nantinya akan dibantu biaya perbaikannya oleh Pemerintah Kota Makassar. Saat ini para korban juga telah mendapat bantuan makanan dari pemerintah setempat.

"Terkait (korban) pembakaran rumah, nantinya akan diperbaiki oleh pemerintah, kita sudah melakukan koordinasi juga dengan bapak Wali Kota," ungkapnya.

 

 

 

Kematian Civas Picu Tawuran Skala Besar

Sebelumnya, konflik berkepanjangan antarwarga di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, kembali memanas. Dalam beberapa hari terakhir, bentrokan kembali pecah antara warga Kampung Sapiria dan Lorong Borta hingga menelan korban jiwa dan menghanguskan 13 rumah warga.Kericuhan terbaru terjadi pada Selasa, 18 November 2025. Insiden ini dipicu oleh tewasnya seorang warga Kampung Sapiria, Sutte (40) atau Civas, yang terkena peluru senapan angin saat tawuran pada Minggu 16 November 2025. Kematian Civas dua hari kemudian memicu reaksi keras dari kelompoknya, terlebih setelah informasi bahwa ia disebut sebagai “panglima perang” dalam konflik tersebut menyebar luas melalui pesan berantai di grup WhatsApp.

“Sekadar info jangan lewat depan Boroangin Lannampu, panglimanya Sapiria meninggal dikena senapan burung. Sebentar perang besar-besaran kalau sudah dikebumikan,” demikian bunyi pesan yang beredar.

Benar saja, setelah pemakaman Civas, bentrokan susulan pecah di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Beroangin, Kecamatan Tallo. Dalam insiden itu, 13 rumah warga terbakar dan ketegangan terjadi sepanjang Selasa siang hingga malam hari.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengonfirmasi bahwa keributan tersebut berawal dari aksi penyerangan kelompok pemuda Sapiria terhadap kelompok pemuda Lorong Borta.

“Kerusuhan itu terjadi pada tanggal 18 November kemarin di Pekuburan Beroangin, Kecamatan Tallo. Terjadi penyerangan dari kelompok pemuda Sapiria terhadap pemuda Lorong Borta,” ujar Djuhandhani, Rabu (19/11/2025).

Akibat bentrokan yang berlangsung sejak pukul 13.30 Wita hingga malam hari itu, total 13 rumah di Lorong Bugis dilaporkan terbakar. Api berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran dan Polrestabes Makassar dikerahkan ke lokasi.

“Saat ini kerugian adalah 13 rumah di Lorong Bugis terbakar, dengan pemberdayaan Damkar dan anggota Polrestabes kemarin bisa dikendalikan,” jelasnya.

Djuhandhani menegaskan bahwa pihaknya telah memerintahkan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel untuk turun langsung mengusut kasus ini dan memburu para pelaku pembakaran.

“Kemudian dalam proses upaya penegakan hukum, kami terus memerintahkan kepada unit jajaran, dalam hal ini kepada Ditreskrimum Polda Sulsel untuk mencari pelaku pembakaran,” tegasnya.

 

 

Pelaku Penembakan Ditangkap

Lebih lanjut, Irjen Pol Djuhandhani mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berhasil menangkap pelaku penembakan Nur Syam alias Civas, pria yang disebut sebagai 'Panglima Perang' di kawasan Kampung Sapiria, Kelurahan Lembo, Makassar. Pelaku kini telah diamankan untuk pemeriksaan.

"Kemarin kami, anggota di lapangan, sudah berhasil menangkap pelakunya, satu orang pelaku yaitu atas nama CBT, umur 35 tahun, warga Kecamatan Tallo, Makassar," jelas Djuhandhani.

Saat ini, CBT telah ditahan di Polrestabes Makassar. Djuhandhani menegaskan bahwa dia masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik untuk mengungkap apakah ada pelaku lain yang terlibat.

"Untuk yang bersangkutan saat ini masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan, masih dalam proses penanganan oleh Sat Reskrim Polrestabes Makassar terkait perkara penembakan," jelasnya.