Liputan6.com, Palopo - Anggota Satuan Sabhara Polres Palopo, Bripka Ramadhan, kini diperiksa oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Palopo usai diduga memukul seorang remaja bernama Enal (19). Aksi pemukulan tersebut sebelumnya diduga menjadi pemicu bentrokan warga antar dua desa di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Kapolres Palopo AKBP Dedi Surya Dharma membenarkan laporan terkait dugaan pemukulan tersebut. Ia mengatakan, Propam telah turun melakukan pemeriksaan terhadap Bripka Ramadhan dan mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi kejadian.
"Sudah (ada laporannya), lagi proses penanganan di Propam. Saat ini Propam sudah mengambil langkah pemeriksaan terhadap yang bersangkutan untuk memastikan kebenaran peristiwa tersebut," kata Dedi saat dikonfirmasi, Senin (13/10/2025).
Advertisement
Menurut Dedi, tim Propam Polres Palopo juga telah berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Luwu untuk memastikan penanganan perkara berjalan kondusif dan sesuai prosedur.
"Tim Propam sudah turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Kami juga berkoordinasi dengan Polres Luwu agar penanganannya tetap kondusif," jelasnya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir tindakan anggota yang melanggar aturan hukum maupun kode etik kepolisian.
"Kami tidak akan mentolerir tindakan oknum anggota yang bertindak di luar ketentuan hukum dan kode etik Polri," tegas Dedi.
Dedi juga memastikan tidak akan ada perlakuan istimewa dalam proses penanganan kasus ini. Ia menegaskan bahwa setiap anggota Polri wajib menjaga kehormatan dan kepercayaan publik. "Kami tidak akan tebang pilih. Setiap personel Polres Palopo wajib menjaga kehormatan dan kepercayaan masyarakat. Penanganan kasus ini akan dilakukan secara objektif," pungkasnya.
Â
Polisi Pukul Warga yang Aniaya Anaknya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5359319/original/007590500_1758634891-1000959175.jpg)
Sebelumnya, insiden dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum polisi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, berujung pada bentrokan antarwarga dua desa hingga satu unit motor dibakar massa. Peristiwa itu terjadi di wilayah Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari 11–12 Oktober 2025.
Kejadian bermula pada Sabtu (11/10/2025) sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu, seorang pelajar bernama Lutfi (16), yang merupakan warga Desa Tanarigella, Kecamatan Bua, diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal di Dusun Baru Tongkon, Desa Padang Kalua. Belakangan diketahui Lutfi ternyata anak anggota Sat Sabhara Polres Palopo, Bripka Ramadhan.
Mengetahui anaknya dianiaya, ayah korban langsung mendatangi lokasi kejadian. Ia kemudian menjumpai sejumlah remaja yang tengah nongkrong di warung Leamo, dan menanyakan siapa orang yang memukul anaknya.
Namun, para remaja tersebut mengaku tidak mengetahui pelaku. Saat itulah, Bripka Ramadhan diduga memukul Enal (19), warga Desa Padang Kalua.
"Namun anak-anak tersebut menjawab tidak tahu sehingga Bripka Ramadhan langsung memukul EN," kata Kasi Humas Polres Luwu Iptu Yakobus Rimpung dalam keterangannya kepada Liputan6.com, Minggu (12/10/2025).
Tak lama kemudian, situasi pun memanas. Sekitar pukul 23.55 Wita, sekelompok pemuda dari Desa Tanarigella mendatangi Desa Padang Kalua untuk melakukan aksi balasan. Mereka menyerang dengan melempar batu ke arah rumah Kepala Desa Padang Kalua, sambil berteriak-teriak.
Warga Padang Kalua yang mendengar keributan pun keluar dari rumah dan melakukan aksi balasan. Akibatnya, bentrokan dan saling lempar batu pun tak terhindarkan. Arus lalu lintas di jalur trans Palopo–Makassar sempat macet total akibat kejadian itu.
Sekitar pukul 24.00 Wita, personel Polsek Bua yang dipimpin Kapolsek IPTU Anwar Syamsuddin, tiba di lokasi untuk menenangkan warga. Namun, aksi massa sulit dikendalikan. Salah satu lemparan batu bahkan mengenai kaca depan mobil patroli polisi hingga pecah.
Kericuhan kemudian berlanjut hingga Minggu (12/10) dini hari pukul 00.20 Wita, ketika seorang remaja bernama Muh. Antas (16), warga Desa Barowa, melintas di lokasi tawuran saat hendak pulang dari rumah temannya di Kota Palopo.
Karena terjebak di tengah bentrokan, Antas meninggalkan sepeda motor Yamaha Mio M3 DP 3046 US miliknya dan berlari menyelamatkan diri.
Warga Padang Kalua yang mengira motor tersebut milik kelompok penyerang, kemudian membakar kendaraan itu. "Motor miliknya dibakar warga Padang Kalua karena dikira milik pemuda dari Desa Tanarigella," terang Iptu Yakobus.
Sekitar pukul 00.55 Wita, aparat gabungan dari Polres Luwu yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Jody Dharma, akhirnya tiba di lokasi. Polisi langsung membubarkan massa dan menenangkan situasi hingga kondisi kembali kondusif serta arus lalu lintas normal.
Menurut Kasi Humas Polres Luwu, pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab utama bentrokan, termasuk dugaan pemukulan yang dilakukan oleh oknum polisi.
"Kronologinya begitu dari Polsek Bua, tawuran dipicu oleh dugaan pemukulan oleh oknum polisi," ungkap Yakobus.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Jody Dharma mengatakan, Bripka Ramadhan telah diperiksa untuk dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan awal, Ramadhan membantah telah memukul korban.
"Menurut Ramadhan, ia hanya menepis kaki EN satu kali menggunakan helm karena dianggap bersikap kurang sopan saat ditanya. Namun kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan kebenarannya," terang Jody.Â
Advertisement
Sudah Dimediasi
Lebih lanjut, Jody menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah untuk meredam dan mencegah bentori antarwarga kembali pecah. Dia mengaku pihaknya telah mempertemukan kepala desa dari Desa Tanarigella dan Desa Padang Kalua pada Minggu (12/10/2025) sore.
"Tadi sore sudah ketemu dan mediasi antara Pak Desa Tanarigella dan Bu Desa Padang Kalua, dan semua sepakat damai," kata Jody.
Selain antar kepala desa, Jody juga memastikan bahwa permasalahan antara Bripka Ramadhan bernama Lutfi (16) dan Enal (19) juga telah dilakukan mediasi. Keduanya kini telah sepakat damai termasuk orang tua para pemuda tersebut.
"Sudah damai, Lutfi dan Enal sudah saling memaafkan. Begitu pula dengan orang tua mereka," jelasnya.
Jody pun meminta agar seluruh pihak kembali akur, rukun dan damai serta tak mudah termakan isu-isu liat yang kembali bisa menyulut perpecahan dan bentrokan.
"Kami berharap Kecamatan Bua bisa kembali damai dan warga dari kedua Desa tak mudah termakan isu-isu bola liar," ucapnya.
Â
Â
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/721398/original/027674400_1632628540-Screen_Shot_2021-09-26_at_11.54.50.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5359248/original/035570400_1758625286-1000958898.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884478/original/ACg8ocLi6ElW7OHVGDKlBsa6GtZL7gmP_Ob7rD3yhXnJ0oNnQBKIHq7-%3Ds200.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269025/original/029326100_1782119069-063_2281966729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620430/original/011957700_1782610877-000_B8JY4LY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8553933/original/032729600_1782499706-uzbek_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615333/original/040722200_1782601521-000_B8JQ6V9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564782/original/003673900_1777000261-543486.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532517/original/094707900_1773653383-WhatsApp_Image_2026-03-16_at_16.18.50.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522177/original/011328100_1772723421-Pengemudi_ojol_bentrok_dengan_mahasiswa_UNM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5514148/original/015870200_1772081792-kronologi-kapolres-kena-panah-saat-bentrokan-warga-tual-maluku-29bfaa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5512984/original/031853600_1772004597-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_14.27.48.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504618/original/070622200_1771247543-f35f31a1-9c14-4aac-9bd0-2745cbdb3095.jpeg)