Bentrokan Warga Pecah di Tual Maluku, Kapolres Kena Panah Saat Bubarkan Massa

Bentrokan antara warga Fidatan Kampung Lama dan Kampung Baru pecah di Tual Maluku.

Diterbitkan 25 Februari 2026, 13:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Tual - Bentrokan antarkelompok warga pecah di Kota Tual, Maluku, Selasa (24/2/2026). Kedua kubu saling serang hingga larut malam, bahkan sampia mnggunakan bom molotov. Aksi saling serang antara warga Fidatan Kampung Lama dan Kampung Baru itu menyebabkan sejumlah korban, termasuk Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro yang terkena panah. Bentrokan diduga dipicu aksi saling sindir di media sosial. 

Ps Kasubsi PID Humas Polres Tual, Aipda Husinjaya Korwaka dalam keterangannya mengatakan, saat bentrokan terjadi, Wakapolres Tual Kompol Roni F Manawan tiba di lokasi bersama personel Dalmas.

"Saat tiba di TKP, Kompol Roni lalu melakukan imbauan. Selanjutnya Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro, tiba dan memimpin upaya pembubaran massa," katanya.

Saat membubarkan massa yang saling serang, tiba-tiba busur panah mengenai AKBP Whansi. Saat itu, kelompok pemuda Fiditan Kampung Lama masih melakukan perlawanan hingga diminta mundur.

"Kapolres Tual terkena busur panah pada lutut kaki kiri bagian bawah. (Saat itu), sebagian kelompok Kampung Lama masih melakukan perlawanan sebelum akhirnya diminta kembali ke pos pengamanan depan puskesmas," katanya. 

Terkait bentrokan warga itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Maluku, Yunus Serang, mengajak seluruh masyarakat Kota Tual untuk bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif, apalagi saat ini bulan Ramadan.

"Semoga kita semua dapat memahami makna sebenarnya dari bulan yang suci ini," ujar Yunus dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).

Yunus juga mengutarakan, momen Ramadan harusnya jadi ruang refleksi dan penguatan harmoni sosial di tengah masyarakat. Inilah waktu yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat nilai toleransi, serta meningkatkan kepedulian antarsesama.

Dirinhya mengingatkan seluruh warga agar saling menghargai perbedaan, menjaga tutur kata dan perilaku, serta menghindari segala bentuk tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) di lingkungan masing-masing.

 

Perlu Peran Aktif Semua Elemen

Yunus menekankan, menjaga stabilitas keamanan bukan semata menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat.

Sudah saatnya pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga pengurus RT dan RW punya peran aktif memperkuat pengawasan dan membangun kerja sama yang sinergis dalam mencegah potensi konflik.

“Kita perlu melakukan pengawasan dan kerja sama yang sinergis untuk mencegah aktivitas yang dapat meresahkan dan menjadi pemicu konflik antarwarga maupun gesekan yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Menurutnya, dengan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, suasana Ramadan di Kota Tual diharapkan dapat berjalan aman, tertib, dan penuh keberkahan.

Lebih jauh, Yunus juga mengingatkan bahwa stabilitas keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung kemajuan daerah. Saat ini, Kota Tual tengah dilirik sejumlah investor di bidang kelautan dan perikanan.

Selain itu, Kota Tual juga menjadi tuan rumah lima Kampung Nelayan Merah Putih, program strategis nasional yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Ohoi Lebetawi, Kecamatan Dullah Utara.

Lebih jauh, Yunus juga mengingatkan bahwa stabilitas keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung kemajuan daerah. Apalagi, saat ini Kota Tual tengah dilirik sejumlah investor di bidang kelautan dan perikanan.