Motif Encuy ‘Preman Pensiun’ Bunuh Diri Masih Misterius

Menurutnya, motif kematian Encuy ‘Preman Pensiun' hingga kini masih misterius. Apalagi keluarga menolak jasad korban diautopsi.

Diperbarui 07 September 2025, 19:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Garut - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort (Satreskrim Polres) Garut, Jawa Barat, masih mendalami motif Encuy atau Nandi Juliawan, pemeran 'Preman Pensiun' yang ditemukan bunuh diri di rumahnya.

"Kalau untuk bunuh diri karena apa, belum bisa dipastikan yang jelas dugaan kuat adalah bundir," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Joko Prihatin, Ahad (7/9/2025).

Menurutnya, motif kematian Encuy 'Preman Pensiun' hingga kini masih misterius. Apalagi, keluarga tidak berkenan jika jasad korban diautopsi.

"Keberatan untuk dilakukan autopsi menerima sebagai musibah," ujar dia.

 

Kronologi

Sebelumya, Nandi Juliawan ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Sabtu malam.

Informasi awal kematian Encuy datang dari istri korban, yang menemukan korban dalam posisi tergantung di rumahnya, sepulang berjualan di kawasan Garut Kota, langsung diberitahukan ke warga setempat dan kepolisian.

Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki kematian mendiang. Hasilnya, pria ini diduga bunuh diri.

Namun pihak keluarga keberatan untuk dilakukan autopsi. Jenazah langsung dimakamkan tadi malam.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.