Pemkot Lampung Setop Distribusi MBG usai Ratusan Siswa 2 Sekolah Keracunan Akibat Bakteri Berbahaya

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung menghentikan sementara distribusi makanan bergizi gratis (MBG) dari salah satu dapur penyedia.

Diperbarui 04 September 2025, 10:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung menghentikan sementara distribusi makanan bergizi gratis (MBG) dari salah satu dapur penyedia.

Keputusan itu diambil setelah 247 siswa SD dan SMP di Kecamatan Sukabumi diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan program pemerintah tersebut.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Bandar Lampung, Mulyadi Syukri, mengatakan penghentian dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kami hentikan sementara, sambil menunggu pengecekan dari BPOM,” kata Mulyadi saat dikonfirmasi, Kamis (4/9/2025).

Kasus keracunan itu sebelumnya menimpa siswa SDN 2 Sukabumi, SMPN 31 Bandar Lampung, dan satu sekolah dasar di Campang Raya pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sebanyak 12 siswa harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit dan puskesmas.

Penelusuran Asal Makanan

Mulyadi bilang, pihaknya masih menelusuri asal makanan yang dikonsumsi siswa. Dia menegaskan Disdikbud sejatinya hanya sebagai penerima program MBG, namun tetap ikut mengawasi pelaksanaannya.

“Seharusnya penyedia MBG mencicipi lebih dulu sebelum makanan dibagikan agar kejadian ini tidak terjadi. Tapi kepastian penyebab keracunan belum bisa disimpulkan berasal dari MBG. Kita tunggu hasil laboratorium resmi,” jelas dia.

Uji Laboratorium BPOM

BPOM masih melakukan pengujian sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal tersebut. Mulyadi menyebut hasil uji itu akan menjadi dasar langkah lanjutan pemerintah kota.

“Hasilnya akan menentukan arah kebijakan untuk memastikan keamanan program MBG di Bandar Lampung,” ungkap dia.

Diketahui, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandar Lampung menemukan bakteri Escherichia coli (E.coli) dalam air bersih yang digunakan dapur penyedia MBG Tirtayasa.

Dapur tersebut diketahui menyalurkan makanan ke SDN 2 Sukabumi dan SMPN 31 Bandar Lampung. Kedua sekolah itu lah menjadi lokasi puluhan siswa sempat jatuh sakit setelah makan siang bersama.