Liputan6.com, Jakarta - Selain 10 orang meninggal dunia usai gelombang demo rusuh yang terjadi beberapa hari terakhir ini, termasuk Affan Kurniawan, yang menjadi sorotan lainnya adalah masih banyaknya orang yang dilaporkan hilang dan belum ditemukan sampai sekarang.
Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) merilis data aduan orang hilang usai rentetan demo rusuh beberapa hari terakhir.
"Jumlah keseluruhan pengaduan orang hilang yang diterima KontraS adalah sebanyak 33 orang, bertambah 10 orang hilang dari data sebelumnya tanggal 1 September 2025 pukul 18.10 WIB," ujar Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya Saputra saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (3/9/2025).
Advertisement
Dimas menyebut, dari 33 aduan orang hilang, 13 di antaranya telah berhasil ditemukan. Sisanya sebanyak 20 orang hingga kini masih dalam pencarian.
Lokasi penemuan 13 orang tersebut adalah Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, dan Polres Metro Jakarta Timur.
"Selain ditahan secara rahasia, mereka mengalami penangkapan sewenang-wenang serta proses hukum yang tidak adil dan sesuai dengan prosedur," katanya.
Sementara itu, data terbaru per Rabu, 3 September 2025, terdapat 8 orang yang masih hilang dari gelombang aksi demo yang terjadi. Dimas Bagus Arya merinci delapan orang tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Jabodetabek.
Ke-8 orang tersebut, antara lain Delta Surya Sindu Atmaja lokasi terakhir di Bogor. Sedangkan 6 orang lainnya terakhir dilaporkan di Jakarta Pusat, yakni atas nama Ahmad Baihaqi, Miftakhul Huda, Muhammad Farhan Hamid, Reno Syahputradewo, Romi Putra Prawibowo, dan Salman Alfarisi. Sementara satu orang lagi atas nama Heri Susanto, tidak diketahui lokasi hilangnya.
Upaya Komnas HAM
Terkait masih adanya laporan orang hilang, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Anis Hidayah, juga membuka hotline orang hilang dan aduan kekerasan terkait demo ricuh yang terjadi sepekan terakhir.
Anis menyebut, sejak hot line dibuka banyak sekali aduan tindakan kekerasan, namun belum ada laporan orang hilang. Meski demikian, Anis memastikan pihaknya sigap untuk menerima jika ada aduan orang hilang. Sebab, hotline dibuka tidak sebatas untuk menerima aduan warga di Jakarta, melainkan di seluruh wilayah se-Indonesia.
"Menerima aduan dari semua wilayah, tidak hanya dari Jakarta," katanya.
Sebagai informasi, berikut nomer layanan aduan Hotline Komnas HAM yang bisa juga diakses melalui WhatsApp 081226798880
Anis juga mengatakan, Komnas HAM menghormati perhatian Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk HAM (OHCHR) terkait penanganan demo di Indonesia.
"Tentu kami menghormati perhatian PBB yang sangat serius melihat situasi di Indonesia. Tentu kami setuju ruang dialog ini sangat penting," katanya di Jakarta, Selasa.
Anis menyebut Komnas HAM sudah berkomunikasi dengan PBB. Selain itu, kata dia, lembaganya sejak awal telah merekomendasikan agar pemerintah membuka ruang dialog untuk masyarakat menyuarakan keresahan.
Menurut Komnas HAM, unjuk rasa yang terjadi di berbagai kota belakangan ini merupakan akumulasi karena ruang dialog yang belum maksimal.
"Ketika masyarakat ingin menyampaikan pandangannya terkait dengan masalah yang terjadi di masyarakat, kemudian juga kebijakan dan lain-lain itu seperti ada tersedia, tapi diaksesnya tidak mudah sehingga ruang dialog ini memang sangat dibutuhkan," katanya.
Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM
Sementara itu, mengenai seruan OHCHR agar pemerintah Indonesia menginvestigasi dugaan pelanggaran HAM selama penanganan aksi, Anis menyebut Komnas HAM RI sejatinya telah melakukan itu.
Dia menjelaskan Komnas HAM tengah melakukan investigasi insiden tewasnya Affan Kurniawan, pengendara ojek daring yang diduga dilindas kendaraan taktis Brimob saat pengamanan unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
"Terkait investigasi, yang Affan, kan, Komnas HAM sedang melakukan investigasi, tetapi karena ada banyak kasus yang kemudian juga menyusul kematian dan luka-luka, nanti LN (Lembaga Nasional) HAM ini akan membentuk tim yang akan diinformasikan kemudian bagaimana tim ini akan bekerja," katanya.
Anis mengatakan sejauh ini tercatat ada sepuluh korban jiwa dalam unjuk rasa menolak tunjangan anggota DPR. Korban tewas tersebar di berbagai daerah, termasuk Jakarta, Yogyakarta, Solo, Makassar, Semarang, dan Manokwari.
Dia memerinci kesepuluh korban jiwa tersebut, antara lain:
- Affan Kurniawan (Jakarta)
- Andika Lutfi Falah (Jakarta)
- Rheza Sendy Pratama (Yogyakarta)
- Sumari (Solo, Jawa Tengah)
- Saiful Akbar (Makassar, Sulawesi Selatan)
- Muhammad Akbar Basri (Makassar)
- Sarinawati (Makassar)
- Rusmadiansyah (Makassar)
- Iko Juliant Junior (Semarang, Jawa Tengah)
- Septinus Sesa (Manokwari, Papua Barat).
Sebelumnya, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk HAM mendesak pemerintah Indonesia melakukan penyelidikan cepat, menyeluruh, dan transparan atas dugaan pelanggaran HAM dalam penanganan rangkaian aksi demonstrasi beberapa hari terakhir.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara Ravina Shamdasani yang diunggah pada akun Instagram OHCHR Asia pada Selasa kemarin.
"Pihak berwenang harus menjunjung tinggi hak berkumpul secara damai dan kebebasan berekspresi, sekaligus menjaga ketertiban, sesuai dengan norma dan standar internasional dalam pengelolaan aksi publik," ucap Ravina.
Advertisement
Laporan Orang Hilang Jadi Sorotan Media Asing
Laporan orang hilang dan dugaan pelanggaran HAM yang terjadi selama gelombang demo di berbagai daerah di Indonesia, juga menjadi sosotan media asing. Banyak pemberitaan di luar negeri yang mengutip pernyataan KontraS tentang adanya laporan orang hilang selama gelombang demonstrasi berlangsung.
Media Perancis AFP misalnya, dalam laporan berjudul 20 Missing After Deadly Indonesia Protests menyebutkan, sedikitnya 20 orang masih hilang setelah aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak pekan lalu. Dalam laporannya AFP menyebut, kasus orang hilang itu tersebar di Bandung, Depok, dan Jakarta. Satu insiden lainnya terjadi di lokasi yang belum diketahui.
Sementara media mainstream Inggris, The Guardian dalam artikel berjudul Twenty Missing in Indonesia Protests, Rights Group Says, menyebut aksi gelombang demo yang terjadi di banyak daerah di Indonesia awalnya dipicu tunjangan parlemen yang mencapai Rp50 juta, nyaris 10 kali lipat dari UMR Jakarta.
Kemarahan publik kemudian makin menjadi usai seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), tewas usai dilindas rantis brimob di lokasi demonstrasi. Mengutip pernyataan KontraS, The Guardian menyoroti banyaknya korban jiwa dan masih adanya laporan orang hilang usai gelombang demo di Indonesia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3263298/original/030477600_1602250824-Infografis_CARI_DALANG_DEMO_RUSUH_TOLAK_UU_CIPTA_KERJA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5331244/original/022657600_1756398432-Untitled-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332409/original/035696700_1756476688-CMS_PORTRAIT_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2922167/original/079158800_1569432752-Pejompongan-Ricuh2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/344610/original/093311000_1471573794-foto-new.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258799/original/021874200_1781411244-brasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8658507/original/009732800_1782681457-000_B8LH2L7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8512971/original/012018800_1782436430-000_B8CY2VE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8623031/original/006534100_1782616032-063_2283182531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8660431/original/044103500_1782685503-Canada_s_Stephen_Eustaquio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659951/original/005175900_1782684619-000_B8LH2KW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8062367/original/095492200_1780906692-1001350335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6377373/original/045356700_1779252475-IMG_8394__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5751489/original/079642800_1778652274-Sidang_Andrie_Yunus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5751692/original/000924300_1778652471-Pelaku_Andrie_Yunus.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569416/original/031673100_1777441882-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569414/original/074215900_1777441881-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561841/original/013405900_1776762242-InShot_20260421_134907041.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558384/original/041645200_1776416837-1001138967.jpg)