Demo Tolak Kenaikan PBB di Bone Berujung Ricuh, Polisi Sebut Aksi Disusupi Kelompok Anarko

Kapolres Bone AKBP Sugeng Setyo Budhi menyebut bahwa aksi unjuk rasa yang digelar sejak Selasa (19/8/2025) siang itu diduga disusupi kelompok anarko.

OlehFauzan
Diperbarui 19 Agustus 2025, 21:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bentrok masih terus terjadi dalam aksi unjuk rasa menolak kenaikan PBB-P2 di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Hingga pukul 22.00 Wita, Polisi masih terus berusaha memukul mundur demonstran yang tersebar di sejumlah titik di sekitar Kantor Bupati Bone.

Kapolres Bone AKBP Sugeng Setyo Budhi pun angkat bicara terkait bentrokan tersebut. Dia menyebut bahwa aksi unjuk rasa yang digelar sejak Selasa (19/8/2025) siang itu ada kelompok anarko.

"Aksi disusupi oleh kelompok anarko, ini yang memicu terjadinya bentrok," kata Sugeng kepada wartawan.

Hal itu diperkuat setelah pihak kepolisian berkoordinasi dengan 15 kelompok yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bone Bersatu yang menggelar aksi demo penolakan kenaikan PBB-P2 hingga 300 persen di Bone.

"Saya sudah koordinasi dengan semua korlap, dan mereka sudah ada di rumah. Yang sekarang bertahan dengan polisi adalah kelompok anarko," jelasnya.

Sugeng pun memastikan bahwa pihaknya telah menangkap sejumlah kelompok anarko yang diduga menjadi provokator dalam aksi tersebut. Dari pengakuan kelompok anarko yang ditangkap tersebut, mereka bukan merupakan warga Kabupaten Bone.

"Sudah ada beberapa orang kelompok anarko yang diamankan. mereka semua dari luar Bone," ucapnya.

 

Pagar Jebol

Sebagai informasi, aksi tersebut awalnya berlangsung aman. Namun tak lama pagar Kantor Bupati Bone yang dilindungi kawat berduri berhasil dijebol massa.

Massa pun meringsek masuk ke dalam halaman Kantor Bupati Bone. Hal itu memaksa pihak Pemkab Bone menemui massa. Kedua belah pihak pun mulai melakukan diskusi sambil duduk bersila.

Diskusi tersebut berlangsung alot dan tidak berbuag kesepakatan. Pihak Pemkab Bone kemudian mundur hingga memicu kemarahan massa.

Bupati dan Wakil Tak Hadir

Hal itu semakin menjadi lantaran Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasaluddin tak juga hadir menemui massa.

Aksi penempatan ke Kantor Bupati Bone pun terjadi hingga polisi memaksa para demonstran mundur dengan menggunakan mobil water cannon dan tembakan gas air mata.