Tiga Guru Sekolah Rakyat di Wajo juga Mundur, Tak Mau Jauh dari Kampung Halaman

Tak hanya di Makassar, tiga orang guru yang sedianya mengajar di Sekolah Rakyat di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan juga dilaporkan mengundurkan diri dari tugasnya.

OlehFauzan
Diperbarui 04 Agustus 2025, 18:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makassar - Tak hanya di Makassar, tiga orang guru yang sedianya mengajar di Sekolah Rakyat di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan juga dilaporkan mengundurkan diri dari tugasnya. Alasannya sama, yaitu karena mereka tak siap jauh dari kampung halaman. 

Hal itu dibenarkan Bupati Wajo, Andi Rosman. Dia menjelaskan, ketiga guru tersebut merupakan pendatang dari luar Kabupaten Wajo. 

Mereka memilih mundur karena alasan pribadi yang berkaitan dengan kesiapan meninggalkan kampung halamannya.

"Yang mengundurkan diri semua guru yang domisili di luar Kabupaten Wajo, alasan tidak siap mungkin ditinggalkan kampungnya," kata Rosman saat dikonfirmasi, Senin (4/8/2025). 

Saat ditanya terkait siswa-siswi yang mengundurkan diri, Rosman memastikan bahwa hingga saat ini hal itu belum terjadi. "Sampai hari ini belum ada," jawabnya. 

 

Ada 100 Siswa

Untuk diketahui, tahap awal Sekolah Rakyat di Kabupaten Wajo diselenggarakan di Gedung UPT Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar Sengkang yang berada di Jalan Rusa, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Di sana terdapat total 100 siswa yang terdiri dari 50 siswa SMP dan 50 siswa SMA. 

Nantinya, gedung permanen Sekolah Rakyat Kabupaten Wajo bakal dibangun di lahan seluar 7,6 hektare yang berada di Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng. Di lahan itu, nanti akan dibangun bangunan untuk SD, SMP, SMA, asrama putra-putri, lapangan sepak bola, dan fasilitas olahraga lainnya. 

Sebelumnya, 2 guru mata pelajaran IPS dan Seni Budaya yang rencananya akan mengajar di Sekolah Rakyat Sentra Wirajaya Makassar dilaporkan mengundurkan diri. Alasannya adalah karena mereka merupakan warga yang berdomisili di Pulau Jawa.