Longsor Akibat Sungai Mahakam Surut, Tiga Rumah dan Satu Mushola Terdampak

Longsor setinggi delapan meter ini diduga akibat abrasi Sungai Mahakam yang makin parah saat musim kemarau.

Diperbarui 04 Agustus 2025, 05:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bencana longsor yang terjadi di RT 01, Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, mengakibatkan satu rumah dan satu mushola terseret ke tepi Sungai Mahakam. Dua rumah lainnya turut terdampak dengan pondasi yang telah roboh sebagian, sementara potensi longsor susulan masih tinggi.

Longsor setinggi delapan meter ini diduga akibat abrasi Sungai Mahakam yang makin parah saat musim kemarau. Pemerintah dan sejumlah perusahaan telah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kutai Barat, Bambang Pramudito, menjelaskan bahwa kejadian ini merupakan hasil dari abrasi yang makin mendekati permukiman warga.

“Kemungkinan besar itu karena abrasi. Dulu rumah warga jauh dari sungai, tapi lama-lama tergerus,” ujarnya.

“Ini sudah kejadian keenam di lokasi sekitar. Tadi pagi kami bersama tim BPBD melihat pergerakan tanah masih terus terjadi, bahkan turun satu meter lagi sampai siang,” tambah Bambang.

BPBD Kutai Barat telah menerbangkan drone untuk memetakan area terdampak dan mencatat luas kerusakan mencapai 190 meter persegi. Potensi longsor susulan masih sangat mungkin terjadi, terutama jika turun hujan pada malam hari.

Sebagai respons awal, Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menyerahkan 100 paket bantuan untuk warga terdampak.

“Kami mengapresiasi bantuan dari perusahaan-perusahaan setempat. Harapannya, kerja sama seperti ini bisa terus ditingkatkan,” kata Frederick Edwin saat menyerahkan bantuan.

Salah satu perusahaan yang turut memberikan dukungan adalah PT Bharinto Ekatama (BEK). Community Development Head PT BEK, Kristinawati menyebut bantuan darurat berupa kebutuhan pokok sudah disalurkan sejak pagi.

“Kita siapkan beras, mi instan, sarden, telur, dan kebutuhan pokok lain untuk beberapa hari ke depan untuk dapur umum dan posko. Karena warga tentu masih sibuk evakuasi barang-barang. Tim rescue dari TCM dan BEK juga sudah turun pagi tadi membantu proses evakuasi,” ujar Kristinawati.

Menurutnya, untuk bantuan lanjutan, pihak perusahaan akan berdiskusi lebih lanjut dengan pihak kampung dan warga terdampak.

 

Potensi Relokasi dan Kajian Ulang Zonasi

Melihat intensitas dan pola abrasi yang makin parah, pemerintah daerah akan mengkaji kemungkinan relokasi warga dari wilayah rawan longsor ini.

“Langkah ke depan, kami akan melakukan rapat koordinasi dan mitigasi. Perlu dipikirkan apakah relokasi jadi opsi terbaik, karena ke depan kemungkinan dampak akan makin luas,” tegas Bambang Pramudito dari BPBD.

Petugas mengimbau warga agar menjauhi area tebing sungai karena tanah masih terus bergerak. Pemerintah juga berencana melakukan penguatan kawasan dan evaluasi zonasi pemukiman agar kejadian serupa tidak terulang.

Dengan bantuan yang telah berdatangan, warga Muara Bunyut berharap proses pemulihan bisa segera berjalan dan solusi jangka panjang seperti relokasi dapat dipertimbangkan secara serius. Ketegasan pemerintah dan sinergi berbagai pihak menjadi kunci untuk mencegah bencana serupa di kemudian hari.