Gubernur Kaltim Cicip Cokelat Berau, Prediksi Sukses di Pasar Luas

Gubernur Kalimantan Timur Haji Rudy Mas’ud memuji cita rasa cokelat khas Berau dan potensinya menembus pasar luas saat mengunjungi sentra pengolahan kakao Program PPM PT Berau Coal, seraya mengapresiasi komitmen perusahaan dalam pengembangan SDM dan ekonomi lokal.

Diterbitkan 21 Juli 2025, 04:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Berau - Cita rasa khas cokelat asli Berau menarik perhatian Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Haji Rudy Mas’ud (Harum) saat meninjau sentra pengolahan kakao di Kabupaten Berau. Dalam kunjungan kerjanya ke area Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal, ia menyebut potensi produk lokal ini bisa menembus pasar yang lebih luas.

Didampingi Wakil Gubernur Seno Aji, Gubernur Harum meninjau dua lokasi unggulan PPM PT Berau Coal pada Rabu (16/7/2025), yakni Politeknik Sinar Mas Berau Coal dan pusat produksi Berau Cocoa. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung komitmen perusahaan dalam penguatan SDM dan ekonomi lokal.

Kunjungan itu juga dihadiri sejumlah pejabat penting seperti Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro dan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha. Selain itu, turut hadir pula Bupati Berau Sri Juniarsih, Sekprov Kaltim Sri Wahyuni, dan jajaran direksi PT Berau Coal.

Gubernur Harum menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi PT Berau Coal yang dinilainya konsisten mendorong pembangunan daerah. Ia juga berdialog langsung dengan para mahasiswa politeknik yang sebagian besar berasal dari masyarakat lingkar tambang.

“Saya mengapresiasi komitmen PT Berau Coal yang memperhatikan pengembangan SDM dan ekonomi masyarakat,” ujar Harum.

“Ini bentuk kepedulian nyata yang patut dicontoh oleh perusahaan-perusahaan lain yang ada di Kalimantan Timur,” sambungnya.

Kekaguman Gubernur Harum bertambah saat mencicipi produk cokelat lokal dari sentra Berau Cocoa yang dikelola bersama Badan Usaha Milik Kampung Labanan Makarti. Di sana, ia bertemu petani kakao dan Kelompok Wanita Kulanta, yang mengolah biji kakao menjadi produk siap jual.

"Rasanya enak, khas sekali. Produk seperti ini kalau terus dikembangkan, bisa bersaing di pasar yang lebih luas. Ini potensi besar dari Berau yang harus terus didukung,” puji Harum.

Gubernur juga menekankan pentingnya kesinambungan dan sinergi antara perusahaan dan pemerintah. Menurutnya, keberhasilan program semacam ini akan lebih maksimal jika dijalankan bersama.

“Keterlibatan seperti ini jangan sampai berhenti di satu titik. Harus terus berkelanjutan dan bersinergi dengan pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten, untuk memastikan pembangunan SDM dan ekonomi masyarakat bisa berjalan maksimal,” jelasnya.

Bangun Kemandirian

Di lokasi yang sama, Direktur Operasional & HSE PT Berau Coal, Arief Wiedhartono memaparkan arah baru pelaksanaan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Ia menyebut fokus utama kini diarahkan pada sektor pendidikan dan ekonomi.

“Untuk membangun kemandirian, kuncinya ada di pendidikan dan ekonomi,” terang Arief.

Arief menjelaskan bahwa PT Berau Coal telah menyiapkan lembaga pendidikan vokasi sebagai sarana pengembangan SDM lokal. Politeknik menjadi salah satu pilar utama dalam mencetak tenaga kerja terampil.

“Politeknik Sinar Mas Berau Coal kami siapkan untuk mencetak generasi muda yang memiliki keterampilan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelatihan non-formal disiapkan untuk memperkuat kesiapan kerja para peserta didik. Hal ini menjadi bagian dari strategi menyeluruh dalam peningkatan kualitas SDM.

“Di samping itu, kami juga siapkan pelatihan agar bisa siap kerja,” imbuhnya.

PT Berau Coal membuka akses pendidikan vokasi melalui politeknik dan pelatihan berbasis keterampilan sesuai kebutuhan industri. Harapannya, lulusan lokal bisa bersaing dan berdaya saing tinggi di pasar kerja.

Untuk sektor ekonomi, perusahaan mendirikan pabrik pengolahan kakao dan membina petani lokal serta pelaku UMKM. Tujuannya adalah menciptakan rantai nilai yang menguntungkan dari hulu ke hilir.

“Potensi lahan kakao yang sudah kami garap bersama masyarakat mencapai 1.000 hektare,” kata Arief.

Ia menekankan bahwa pengembangan kakao tidak hanya menyasar area sekitar tambang, melainkan juga kampung-kampung lainnya di Berau. PT Berau Coal ingin program ini berkembang lebih luas dan memberi manfaat langsung.

“Kami ingin program ini bisa terus berkembang dan memberi manfaat nyata, bukan hanya di sekitar tambang, tapi juga kampung-kampung lainnya di Berau,” lanjutnya.

Arief berharap cakupan program bisa diperluas agar manfaatnya menjangkau lebih banyak masyarakat. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah menjadi kunci keberlanjutan program.

"Harapannya, seluruh program yang telah dirancang dapat terus berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat Berau,” tutup Arief.

Sebagai penutup, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam mendukung pelaksanaan program PPM. Dukungan tersebut menjadi fondasi penting bagi kelancaran dan keberhasilan berbagai inisiatif perusahaan.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung program-program PPM kami,” tambahnya.