Teungku inong, Ulama Perempuan Garda Terdepan Pendakwah Lingkungan di Aceh

Teungku Inong atau ulama perempuan adalah gelar bagi mereka sebagai pendakwah yang memimpin pesantren, dayah, majelis taklim sampai pengajian wirid ibu-ibu, dalam mensyiarkan dalil agama islam.

Diperbarui 20 Juli 2025, 22:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perubahan iklim, kerusakan hutan dan pencemaran lingkungan menjadi isu yang terus diperjuangkan terutama di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Hidup (HAkA) dalam program advokasinya membentuk sebuah entitas baru melalui pelatihan dan edukasi untuk Tengku Inong atau ulama perempuan dalam mensyiarkan dakwah-dakwah ekologi.

Teungku Inong atau ulama perempuan adalah gelar bagi mereka sebagai pendakwah yang memimpin pesantren, dayah, majelis taklim sampai pengajian wirid ibu-ibu, dalam mensyiarkan dalil agama islam.

Staf Legal HAkA, Munira mengatakan Tengku Inong merupakan garda terdepan yang memiliki peran penting untuk berdakwah dan menyampaikan pesan-pesan melalui dalil al-quran dan hadits kepada jamaahnya untuk pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikannya terutama di KEL yang semakin terancam akibat eksploitasi.

Dakwah Tengku Inong terus dijalankan di Aceh dengan menekankan ajaran Nabi Muhammad SAW ke masyarakat dengan pendekatan yang menyentuh kehidupan sehari-hari, sebagai bentuk upaya merawat dan melindungi bumi.

“Sebanyak 40 Tengku Inong yang terbentuk dari tahun 2022 terus dibekali sampai sekarang dengan pengetahuan tentang lingkungan hidup dan belajar pendekatan agama dalam merawat kehidupan, yang kemudian bisa di implementasikan ke masyarakat," katanya, Jumat (18//7/25)

Melalui dakwah ekologi, peran Tengku Inong semakin bersinergi dan berdampak terhadap penyelamatan lingkungan hidup di Aceh, dimulai dari keterlibatan dalam pembuatan modul pengenalan perlindungan satwa liar dalam perspektif syariat islam, serta praktik baik yang diterapkan Pesantren Raudhatul Jannah Subulussalam, dan dayah Diniyah Darussalam Aceh Barat dalam menghijaukan dan mengedukasi lingkungan hidup kepada santrinya.

Tengku Inong sebagai pendakwah ekologi menjadi semangat baru di Aceh dalam perjalanan dan bukti nyata untuk terus mendakwahkan syiar dan seruan menjaga dan merawat bumi serta mengadopsi praktik lingkungan yang berkelanjutan untuk jamaahnya.

A. Baizalwi