Rangkaian KA Argo Wilis Resmi Berhenti di Stasiun Ciamis

Kebijakan ini merupakan bentuk sinergi antara PT KAI dan Pemerintah Kabupaten Ciamis guna meningkatkan aksesibilitas transportasi untuk pengembangan di wilayah Priangan Timur.

Diterbitkan 17 Juli 2025, 04:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Rangkaiaan Kereta Api (KA) Argo Wilis relasi Bandung - Surabaya Gubeng PP secara resmi berhenti di Stasiun Ciamis, Jawa Barat, mulai Selasa, 15 Juli 2025.

Manager Humasda PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, kebijakan ini merupakan bentuk sinergi antara PT KAI dan Pemerintah Kabupaten Ciamis guna meningkatkan aksesibilitas transportasi untuk pengembangan di wilayah Priangan Timur khususnya Kabupaten Ciamis.

"Dengan menambah berhentinya KA Argo Wilis yang dikenal sebagai salah satu KA kelas eksekutif unggulan, menjadikan semua KA Jarak Jauh (KAJJ) reguler yang melewati Stasiun Ciamis akan berhenti di Stasiun Ciamis. Penambahan pemberhentian KA Argo Wilis di Stasiun Ciamis tentunya tidak mengganggu waktu tempuh perjalanan Bandung – Surabaya Gubeng tetap 9 jam 40 menit, dan Surabaya Gubeng – Bandung 9 jam 47 menit," terang Kuswardojo, Selasa (15/7/2025).

Kuswardojo menjelaskan bahwa di Stasiun Ciamis sebelumnya juga sudah terakomodir layanan transportasi kereta api jarak jauh kelas ekonomi dan eksekutif dengan tujuan ke Bandung, Jakarta, Yogyakarta, kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain itu, penambahan pemberhentian KA Argo Wilis di Stasiun Ciamis merupakan bentuk komitmen PT KAI dalam mendukung peningkatan mobilitas warga dan mendekatkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan efisien.

"Dari pantauan data Selasa, 15 Juli 2025 dalam satu minggu ke depan (15-21 Juli 2025) tercatat 28 pelanggan dan diharapkan terus bertambah pengguna yang akan menggunakan layanan KA Argo Wilis dari dan ke Stasiun Ciamis dengan berbagai tujuan. Jumlah tersebut menjadi indikasi positif dan bukti konkret dari keseriusan Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama KAI dalam melakukan sosialisasi dan promosi atas layanan ini kepada masyarakat," kata Kuswardojo.

Kuswardojo menyebutkan otoritasnya berharap masyarakat Kabupaten Ciamis dapat semakin memanfaatkan layanan KA Argo Wilis, yang kini hadir lebih dekat, guna menunjang kebutuhan perjalanan antarkota dengan pelayanan prima.

KA Argo Wilis pada Tahun 2024 menduduki peringkat ke-7 dari 10 besar KA Penumpang Jarak Jauh dengan pelanggan terbanyak di Stasiun Ciamis, yakni sebanyak 3.771 orang, berada di bawah KA Serayu, KA Pangandaran, KA Kutojaya Selatan, KA Pasundan, KA Kahuripan, dan KA Lodaya yang menempati posisi teratas.

"Kami berharap layanan KA kelas unggulan ini dapat mendukung pertumbuhan layanan di Stasiun Ciamis. Tentunya pemberhentian KA Argo Wilis ini juga akan kita evaluasi perkembangannya hingga akhir Tahun 2025 nanti," sebut Kuswardojo.

 

Beroperasi Usai Masa Liburan Sekolah

Sebelumnya, Kuswardojo menyebutkan usai masa liburan sekolah rampung pada 14 Juli 2025, PT KAI Daop 2 Bandung akan memberhentian KA Argo Wilis relasi Bandung - Surabaya Gubeng PP di Stasiun Ciamis mulai 15 Juli 2025.

Kebijakan ini merupakan bentuk tindak lanjut atas permintaan Pemerintah Kabupaten Ciamis guna meningkatkan aksesibilitas transportasi dan mobilitas masyarakat untuk pengembangan di wilayah Priangan Timur, khususnya Kabupaten Ciamis.

Kuswardojo menjelaskan bahwa KA Argo Wilis dikenal sebagai salah satu KA unggulan yang sering disebut dengan KA Raja Jalur Selatan. KA Argo Wilis dikenal memiliki waktu tempuh perjalanan yang lebih cepat dengan pelayanan prima.

"Kami mengakomodir permintaan dari Pemkab Ciamis yang mengharapkan agar KA Argo Wilis sebagai KA unggulan dapat berhenti di Stasiun Ciamis untuk mendukung pengembangan wilayah Kabupaten Ciamis. Penambahan pemberhentian KA Argo Wilis di Stasiun Ciamis juga memberikan kemudahan bagi masyarakat Ciamis dan sekitarnya dalam melakukan perjalanan antarkota dengan aman, nyaman, dan tepat waktu," jelas Kuswardojo.

Pemberhentian KA Argo Wilis yang melayani rute Bandung–Surabaya Gubeng PP ini merupakan salah satu bentuk sinergi dan kolaborasi antara PT KAI Daop 2 Bandung dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis yang diharapkan dapat memberikan dampak positif.

Hal ini juga sebagai komitmen KAI dalam mendukung pemerataan akses transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di wilayah Priangan Timur.

Kini, warga Ciamis dapat langsung naik KA tersebut untuk menuju kota-kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, Madiun, hingga Surabaya tanpa harus ke stasiun besar di luar daerahnya.

"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis dapat bersama-sama untuk ikut menggaungkan layanan KA kelas unggulan ini sehingga dapat mendukung pertumbuhan layanan KA Argo Wilis di Stasiun Ciamis. Tentunya perhentian KA Argo Wilis ini juga akan kita evaluasi perkembangannya hingga akhir Tahun 2025 nanti," ujar Kuswardojo.

Sebelumnya di Stasiun Ciamis juga sudah terakomodir layanan transportasi kereta api jarak jauh kelas ekonomi dan eksekutif dengan tujuan ke Bandung, Jakarta, Yogyakarta, kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dengan menambah berhentinya KA Argo Wilis ini, berarti semua KA Jarak Jauh reguler yang melewati stasiun Ciamis akan berhenti di Stasiun Ciamis.

"KAI Daop 2 Bandung berharap dengan hadirnya KA Argo Wilis di Stasiun Ciamis, dapat membuka lebih banyak peluang dan alternatif transportasi bagi masyarakat Kabupaten Ciamis dan sekitarnya, untuk bertransportasi dengan aman dan nyaman. KAI senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, aman, dan nyaman kepada seluruh pelanggan," sebut Kuswardojo.

 

Jadwal Pemberhentian

Berikut jadwal pemberhentian KA Argo Wilis di Stasiun Ciamis:

•⁠ ⁠KA Argo Wilis (KA 9A) relasi Surabaya Gubeng - Bandung : berangkat Stasiun Surabaya Gubeng pukul 08.30 WIB, berangkat Stasiun Ciamis pukul 15.17 WIB, tiba di Stasiun Bandung pukul 18.17 WIB.

•⁠ ⁠KA Argo Wilis (KA 10A) relasi Bandung - Surabaya Gubeng : berangkat Stasiun Bandung pukul 07.35 WIB, berangkat Stasiun Ciamis pukul 10.27 WIB, tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 17.15 WIB.

Sejarah KA Argo Wilis

Dilansir laman Jadwal Kereta Api, Kereta Api (KA) Argo Wilis pertama kali beroperasi pada 8 November 1998, dan peluncurannya diresmikan oleh Menteri Perhubungan saat itu, Giri Suseno Hardihardjono, di Stasiun Surabaya Gubeng, serta Gubernur Jawa Barat, R. Nana Nuriana, di Stasiun Bandung.

Pada awal pengoperasiannya, KA Argo Wilis menggunakan rangkaian kereta buatan PT INKA yang dilengkapi dengan bogie NT-60 dan menawarkan layanan kereta fakultatif yang beroperasi pada malam hari.

Namun, pada awal pengoperasiannya, tingkat keterisian KA Argo Wilis tidak terlalu tinggi, terutama pada tahun 2008. Hal ini sempat memunculkan wacana untuk menghapus layanan kereta ini karena tingkat okupansinya yang rendah. Namun, berkat peningkatan kualitas layanan dan perubahan strategi operasi, KA Argo Wilis berhasil meningkatkan jumlah penumpangnya.

Pada pertengahan 2016, kereta ini mulai beroperasi dengan membawa delapan atau sembilan gerbong kelas eksekutif, didukung oleh lokomotif CC206 yang menggantikan lokomotif CC203 atau CC201. Selain itu, ditambahkan pula layanan kereta eksekutif jenis priority, yang hanya dijalankan pada waktu-waktu tertentu.

Perubahan signifikan terjadi pada 8 Juni 2018, di mana KA Argo Wilis mulai menggunakan rangkaian kereta eksekutif berbahan baja nirkarat yang lebih modern, buatan PT INKA. Rangkaian kereta ini dapat menampung hingga 50 penumpang per gerbong, dengan kursi yang dapat diputar dan diatur sesuai arah perjalanan.

Pada 1 Juni 2023, bersamaan dengan pemberlakuan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) 2023, KA Argo Wilis menambah pemberhentian di Stasiun Ciamis dan mulai saling bertukar rangkaian dengan KA Turangga.

 

Asal Nama Argo Wilis

Nama “Argo” pada KA Argo Wilis mengacu pada citra layanan tertinggi yang diberikan oleh PT KAI kepada kereta api kelas eksekutif. Sementara itu, kata “Wilis” diambil dari Gunung Wilis, gunung berapi setinggi 2.169 meter yang terletak di wilayah Jawa Timur dan mencakup enam kabupaten: Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, dan Trenggalek.

KA Argo Wilis saat ini beroperasi menggunakan Lokomotif CC206, yang terkenal karena performa dan kenyamanannya. Rangkaian kereta ini terdiri dari satu kereta pembangkit listrik, satu kereta makan, serta tujuh hingga sembilan gerbong kelas eksekutif, masing-masing dengan kapasitas 50 penumpang. Total kapasitas KA Argo Wilis bisa mencapai 450 penumpang dalam satu kali perjalanan.

Kereta Api Argo Wilis juga menjadi bagian dari budaya populer di Indonesia. Kereta ini menginspirasi sebuah lagu campursari berjudul “Sepur Argo Lawu”, yang digubah oleh Cak Diqin, seorang penyanyi dan pencipta lagu asal Banyuwangi. Lagu ini menggambarkan kisah cinta dengan menggunakan nama beberapa kereta, salah satunya adalah Argo Wilis, sebagai bagian dari lirik yang disusun dengan gaya pantun.