Apa Itu Hantu Lungun, Sosok Mistis Urban Legend di Suku Dayak

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya hingga cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu kisah menarik dari cerita rakyat Indonesia adalah sosok mistis Hantu Lungun di antara masyarakat Dayak.

Diterbitkan 11 Juli 2025, 02:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang kaya akan budaya hingga cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun. Kemudian salah satu bagian menarik dari warisan ini adalah kisah-kisah urban legend yang tersebar di berbagai daerah.

Urban legend di Indonesia juga biasanya berkaitan dengan sosok mistis yang dipercaya oleh masyarakat sering kali menakutkan namun tetap menarik untuk didengar. Cerita-cerita ini sering menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Adapun sosok mistis dalam urban legend Indonesia sangat beragam mulai dari kuntilanak, pocong, genderuwo, hingga suster ngesot. Masing-masing memiliki latar belakang cerita yang kuat dan kerap dihubungkan dengan lokasi tertentu.

Kisahnya juga sering menjadi bahan perbincangan terutama saat berkumpul di malam hari dan bahkan dijadikan inspirasi dalam film maupun sinetron horor. Selain sebagai hiburan, urban legend juga berfungsi untuk menanamkan nilai dan norma kepada masyarakat.

Misalnya, cerita tentang hantu penunggu pohon besar mengajarkan untuk menghormati alam dan tidak sembarangan menebang pohon atau kisah tentang penampakan di tempat tertentu yang mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dan menjaga diri ketika berada di lokasinya.

Kemudian banyak dari urban legend ini berakar dari kejadian nyata yang diinterpretasikan secara mistis oleh masyarakat. Sementara itu, salah satu kisah urban legend yang menarik untuk diketahui belakangan ini adalah kisah Hantu Lungun.

Apa Itu Hantu Lungun

Hantu Lungun adalah salah satu sosok mistis yang dikenal dalam kepercayaan masyarakat Dayak di Kalimantan. Adapun dalam tradisi Dayak, Lungun sendiri sebenarnya merujuk pada peti mati atau tempat penyimpanan jenazah yang diletakkan di atas pohon atau tempat tinggi.

Kepercayaan ini erat kaitannya dengan praktik pemakaman kuno suku Dayak yang memperlakukan jenazah dengan sangat sakral. Namun, seiring berjalannya waktu kata "lungun" juga mulai dikaitkan dengan roh atau makhluk gaib.

Melalui cerita yang beredar di antara masyarakat sosok tersebut sering dianggap menghuni tempat-tempat tersebut. Melansir dari beberapa sumber, asal usul kepercayaan terhadap Hantu Lungun berasal dari kebiasaan masyarakat Dayak.

Masyarakat biasanya menyimpan jenazah leluhur mereka di dalam lungun untuk waktu tertentu sebelum akhirnya dikuburkan secara permanen dalam upacara adat yang dikenal bernama Tiwah.

Kemudian dalam masa penyimpanan tersebut diyakini bahwa roh orang yang meninggal masih berada di sekitar lungun dan dapat muncul dalam wujud gaib apabila tidak dihormati sebagaimana mestinya.

Maka dari itu, munculnya Hantu Lungun sering dikaitkan dengan roh yang merasa terganggu atau tidak tenang. Menurut cerita turun-temurun, Hantu Lungun sering digambarkan sebagai sosok yang menyeramkan dan hadir pada malam hari.

Warga Dayak meyakini bahwa hantu ini bisa menampakkan diri kepada orang-orang yang tidak menunjukkan rasa hormat terhadap tempat sakral termasuk pengunjung yang sembarangan memotret atau berbicara kasar di sekitar lungun.

Sementara itu, menurut cerita lain hantu lungun memiliki bentuk peti mati atau keranda yang bergerak dan bisa mengejar manusia. Hantunya dikenal haus akan nyawa manusia dan tidak segan untuk mencelakai korbannya.

Kemudian sosok hantu ini menjadi mengerikan karena seseorang yang tertangkap oleh Lungun dipercaya akan dimasukkan ke dalam peti mati dan dibawa pergi menghilang tanpa jejak.

Sosok hantu lungun juga diyakini sebagai sosok mistis sebuah peti mati yang terkutuk dan berusaha mengendalikan kutukan tersebut dengan memangsa manusia.