Asa Eks-Driver Ojol jadi Barista Tangguh di Tingkat Global

Mimpinya belum selesai. Syafi bertekad mewakili Indonesia dalam kompetisi barista tingkat dunia. Lebih dari itu, ia ingin membawa harum kopi lokal ke panggung internasional.

Diperbarui 04 Juli 2025, 02:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tidak semua orang mampu mengubah luka menjadi inspirasi. Namun Syafi Nuha, seorang barista handal asal Kudus, mampu membuktikannya.

Kisah getirnya, menjadi korban penipuan berkedok pelatihan barista sebesar Rp 500 ribu yang diperoleh saat ngojek online, mampu menginspirasinya untuk bangkit.

“Waktu itu rasanya sakit banget, tapi justru dari situ aku mulai belajar sendiri tentang kopi,” ujar dia di sebuah kedai kopi beberapa waktu lalu.

Lahir di kota Kretek, Kudus 26 Juni 1999 silam, jalan hidup Syafi cukup berliku demi hasrat diri untuk membantu orang tuanya. Ragam pekerjaan serabutan mulai penjaga toko kelontong, menjual pulsa, hingga menjadi ojek online telah dijalaninya.

“Saat itu, aku cuma mikir bagaimana caranya tetap bisa bantu orang tua dan punya penghasilan sendiri,” kata dia.

Bahkan perkenalannya dengan dunia barista, diakuinya karena kisah getirnya saat menjadi korban penipuan pelatihan barista kopi pada 2020 lalu. Saat itu, Syafi yang ingin menyelami dunia kopi seutuhnya, justru tertipu penipuan berkedok pelatihan barista.

Namun bukannya tenggelam dalam luka, Syafi kembali mengumpulkan uang hasil ngojek online, untuk membeli alat manual brem, sambil belajar mengenai dunia kopi secara otodidak lewat YouTube dan forum daring.

Hingga akhirnya pada 2021 lalu, ia mulai mempelajari dunia kopi secara utuh setelah diterimanya menjadi helper di sebuah kedai kopi kecil, untuk merealisasikannya meraih mimpi menjadi barista terkenal tanah air, sambil menjalankan profesinya.

“Gak ada bonus, gak dihitung lembur, tapi aku senang karena bisa belajar tiap hari,” ujar dia mengenang.

 

Barista Profesional

Perlahan pasti, kerja kerasnya mulai berbuah manis, setelah Syafi mengikuti kompetisi latte art tingkat regional Jawa Tengah pada 2023, hingga meraih juara kedua alias runner up.

“Aku nangis di belakang panggung. Gak nyangka banget. Dulu cuma latihan sendiri, sekarang bisa menang lomba,” ujar dia bangga.

Tak hanya itu, sejak 2022, Syafi telah mengantongi sertifikasi barista dari LSP Pariwisata dengan nilai sangat baik, khususnya dalam teknik espresso, manual brew, dan pelayanan pelanggan.

Kini, kerja kerasnya mulai diakui. Ia dipercaya sebagai barista utama di kedai tempatnya bekerja, hingga dikenal sebagai konten kreator di media sosial, untuk membagikan kisah hidupnya dan ilmu seputar kopi kepada ribuan pengikut.

Bagi dia, menjadi barista bukan hanya tentang menyajikan minuman, namun mampu menyebar inspirasi dan memberdayakan sesama, hingga membangun mimpi untuk membangun komunitas kopi lokal dan menjadi mentor bagi barista muda.

“Dulu hampir nyerah cuma gara-gara ditipu, tapi ternyata luka itu malah jadi bahan bakar buat aku bisa sampai sini," ujarnya sambil menatap mesin espresso yang kini akrab dalam genggamannya.

Mimpinya belum selesai. Syafi bertekad mewakili Indonesia dalam kompetisi barista tingkat dunia. Lebih dari itu, ia ingin membawa harum kopi lokal ke panggung internasional hingga mampu memberi inspirasi yang lainnya.