Liputan6.com, Jakarta - Di tengah ketenangan dan kesunyian yang mengiringi perayaan Hari Raya Nyepi di Bali, terdapat sebuah tradisi unik yang mewarnai kehidupan masyarakat Hindu Bali, khususnya di Banjar Kaja, Desa Sesetan, Denpasar Selatan.
Tradisi tersebut dikenal dengan nama Omed-omedan, sebuah ritual tarik menarik antara pemuda dan pemudi yang dilakukan sehari setelah Nyepi, yakni pada hari ngembak geni, yang merupakan hari pertama umat Hindu Bali kembali menjalani aktivitas setelah menjalani tapa brata penyepian.
Di tengah suasana yang kembali hidup setelah sehari penuh dalam keheningan total, Omed-omedan menjadi penanda simbolik bahwa kehidupan sosial dan spiritual kembali bergerak.
Advertisement
Meski bagi sebagian orang tradisi ini terlihat seperti permainan yang penuh keriuhan dan tawa, namun sebenarnya ia menyimpan makna filosofis, spiritual, dan sosial yang mendalam, yang menunjukkan bagaimana masyarakat Bali menjaga keseimbangan antara kesakralan dan kebahagiaan, antara warisan leluhur dan semangat muda.
Asal mula tradisi ini telah berlangsung turun-temurun selama lebih dari satu abad, dan meskipun tak tercatat secara tertulis dalam lontar-lontar kuno, namun Omed-omedan tetap lestari melalui pewarisan lisan dan praktik langsung dari generasi ke generasi.
Nama omed-omedan sendiri berasal dari bahasa Bali yang berarti tarik menarik. Tradisi ini melibatkan dua kelompok muda-mudi yang masing-masing terdiri dari pemuda dan pemudi yang belum menikah, berusia sekitar 17 hingga 30 tahun.
Mereka saling berhadapan di jalan utama desa, yang biasanya disiram air oleh para tetua dan warga setempat sebagai simbol pembersihan dan penyegaran. Setelah diberi aba-aba, para pemuda dan pemudi ini akan saling menarik dan mendorong satu sama lain, dan sering kali aksi tersebut diiringi dengan ciuman spontan yang mengundang gelak tawa dan sorak-sorai penonton.
Percintaan Massal
Namun, meskipun terlihat seperti ajang percintaan massal, Omed-omedan tetap dijalankan dengan penuh tata krama dan diawasi oleh tokoh-tokoh adat serta para sesepuh desa agar tidak menyimpang dari nilai-nilai luhur yang dipegang oleh masyarakat Hindu Bali.
Makna yang terkandung dalam Omed-omedan jauh melampaui aspek hiburan semata. Tradisi ini dilandasi oleh nilai-nilai keseimbangan kosmis antara purusha dan prakriti, yakni unsur laki-laki dan perempuan dalam ajaran Hindu yang menjadi simbol keharmonisan alam semesta.
Dengan mempertemukan pemuda dan pemudi dalam suasana yang penuh keakraban dan tawa, Omed-omedan menjadi media untuk menyatukan energi maskulin dan feminin dalam satu perayaan kebersamaan.
Lebih dari itu, tradisi ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial antarwarga, khususnya generasi muda. Banyak pasangan yang kelak menikah dan membentuk keluarga berawal dari pertemuan mereka dalam ritual Omed-omedan.
Dengan demikian, ritual ini tak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan budaya, tetapi juga wadah regenerasi sosial yang alami dan penuh makna.Menariknya, Omed-omedan juga diyakini memiliki unsur spiritual yang kuat.
Masyarakat Banjar Kaja mempercayai bahwa ritual ini tidak boleh dihentikan, karena diyakini membawa keberkahan dan keseimbangan bagi desa.
Konon, pada awal abad ke-20, tradisi ini pernah dilarang oleh pemerintah kolonial karena dianggap tidak pantas. Namun, tidak lama setelah pelarangan itu, desa tersebut dilanda berbagai musibah dan kericuhan.
Akhirnya, atas saran para pemuka adat dan spiritual, Omed-omedan kembali digelar, dan sejak saat itu ketentraman pun kembali. Sejak kejadian itu, warga desa semakin meyakini bahwa Omed-omedan bukan sekadar tradisi biasa, melainkan bagian dari keharmonisan sakral antara manusia, alam, dan leluhur.
Maka tak heran, setiap pelaksanaan Omed-omedan selalu diawali dengan sembahyang bersama dan persembahan kepada Sang Hyang Widhi serta roh-roh leluhur, memohon restu agar acara berjalan lancar dan membawa berkah bagi seluruh desa. Di era modern yang penuh tantangan, Omed-omedan juga mengalami transformasi sebagai bagian dari daya tarik budaya dan pariwisata Bali.
Tradisi ini kini banyak diliput media, dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara, dan menjadi bagian dari agenda budaya tahunan. Namun demikian, masyarakat Banjar Kaja tetap menjaga agar substansi dari ritual ini tidak bergeser menjadi sekadar tontonan eksotis.
Penekanan terhadap nilai spiritual dan sosial tetap dijaga, dengan memastikan bahwa hanya warga lokal dan pemuda-pemudi yang memang berasal dari desa yang boleh berpartisipasi secara langsung. Sementara para pengunjung dipersilakan menonton dan belajar, namun tetap diminta untuk menghargai makna dan kesakralan tradisi tersebut.
Di sinilah letak kearifan lokal masyarakat Bali dalam memadukan pelestarian budaya dengan keterbukaan terhadap dunia luar bahwa adat istiadat bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga identitas masa kini yang bisa terus berkembang tanpa kehilangan akar.
Penulis: Belvana Fasya Saad
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3952495/original/025183400_1646388550-AP22063328029385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8655188/original/053154400_1782674390-20260629_021151.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8644827/original/039743900_1782653847-3af2dd13-2b07-4063-8b02-1ef2ef1a98bb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8641589/original/092984400_1782647808-10e4033f-bf08-4f8e-b76f-0d1b6004b620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8069658/original/011721400_1780914672-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4053699/original/004680000_1655281227-pexels-dario-fernandez-ruz-6827322.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8388991/original/081304800_1782269019-WN_Portugal_bawa_50_amunisi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553289/original/016345400_1775927447-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262967/original/037733000_1781854981-publikasi_1781853751_6a34ee37ba05e.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8267016/original/061315600_1782115624-Wayan_Koster_-_Cek_Fakta.jpg)