Liputan6.com, Sumbawa - Barapan kebo atau karapan kerbau merupakan acara budaya sekaligus tradisi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat di Nusa Tenggara Barat (NTB). Tradisi ini digelar sebelum musim panen tiba.
Menjelang masa tanam padi, para pemilik kerbau antusias mendatangkan kerbau pilihannya untuk ditandingkan dengan kerbau lainnya. Acara ini sekaligus menjadi ajang unjuk gigi bagi para sandro, joki, dan kerbau-kerbau terbagus di Kabupaten Sumbawa Barat.
Sandro adalah julukan untuk orang-orang sakti dengan ilmu supranatural yang mengenakan pakaian khas berwarna serba hitam. Sementara itu, joki merupakan pengarah laju kerbau selama barapan kebo berlangsung.
Advertisement
Selain untuk menyambut masa tanam padi, barapan kebo sekaligus menjadi ungkapan syukur masyarakat Sumbawa. Melalui tradisi ini, masyarakat setempat juga memanfaatkan kerbau-kerbau tersebut untuk menggemburkan tanah.
Barapan kebo akan dilaksanakan di area sawah yang telah dipilih. Adapun perlakuan pemilik kerbau barapan kebo sama seperti perlakuan audisi main jaran atau pacuan kuda.
Peserta kerbau dibedakan berdasarkan umur, sehingga sebelum acara digelar para kerbau akan dikumpulkan. Tujuannya untuk mengukur tinggi badan dan usianya.
Joki dalam barapan kebo tak hanya bertugas mengendarai kerbau. Ia juga harus menjaga kecepatan dan menyeimbangkan tubuh untuk dapat mengenai saka.
Saka merupakan tongkat kayu yang ditancapkan di salah satu sudut sawah. Para joki harus berlomba dan beradu kecepatan untuk menjadi peserta pertama yang menjatuhkan atau mengenai saka.
Â
Istilah Unik
Selain saka, terdapat istilah-istilah unik lainnya dalam barapan kebo, seperti noga, kareng, mangkar, sandro, lawas, dan ngumang. Istilah-istilah ini merujuk pada aksesori yang digunakan maupun sebutan bagi setiap momen dalam barapan kebo.
Noga adalah kayu penjepit leher yang menjadi penyatu sepasang jargon, sedangkan kareng adalah istilah untuk menyebut tempat berdiri atau bilah pijakan kaki joki yang dirakit berbentuk segitiga. Sementara itu, mangkar adalah pecut pemacu kerbau.
Adapun lawas dan ngumang berkaitan dengan momen kemenangan dalam barapan kebo. Lawas adalah lantunan syair pantun yang dilakukan di antara teriakan kemenangan sang joki. Sementara itu, ngumang adalah bentuk sesumbar kemenangan yang digunakan untuk memikat penonton wanita dengan cara merayu dengan lantunan lawas.
Menariknya lagi, barapan kebo tak memperebutkan hadiah bernilai besar. Tradisi ini dianggap sebagai ajang untuk pertaruhan harga diri dan martabat.
Keuntungan pemenang terletak pada kesempatan untuk dapat menaikkan harga jual kerbau. Konon, harga kerbau yang menjadi juara barapan kebo dapat melonjak hingga Rp100 juta.
Penulis: Resla
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535950/original/093375400_1577858984-IMG_20200101_130416.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1182645/original/077293700_1458888753-20160325-kerbau-rawa-GMS-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/827404/original/069659300_1510203910-WhatsApp_Image_2017-11-09_at_12.04.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5268058/original/017110200_1751196734-1000333139.jpg)