Wulele Sanggula, Lagu Pengantar Tidur Suku Tolaki

Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun di kalangan masyarakat Tolaki, khususnya di Kabupaten Konawe

Diterbitkan 29 Juni 2025, 01:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kendari - Wulele Sanggula merupakan lagu pengantar tidur tradisional masyarakat Tolaki di Sulawesi Tenggara. Lagu Wulele Sanggula menceritakan tentang seorang bidadari yang turun dari kayangan, dan menjadi cerita rakyat yang populer di kalangan masyarakat Tolaki.

Mengutip dari berbagai sumber, lagu Wulele Sanggula berasal dari bahasa Tolaki. Nama wulele berarti menidurkan dan sanggula merujuk pada sesuatu yang indah atau berharga.

Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun di kalangan masyarakat Tolaki, khususnya di Kabupaten Konawe. Para ibu Tolaki menggunakan Wulele Sanggula untuk menidurkan anak-anak mereka.

Lagu ini dinyanyikan dengan nada lembut dan tempo lambat, yang menciptakan suasana tenang yang membantu anak tertidur. Selain itu, lagu ini menjadi sarana komunikasi emosional antara ibu dan anak.

Wulele Sanggula memiliki melodi sederhana dengan pola pengulangan nada. Syair lagu tersebut berbentuk pantun berbahasa Tolaki.

Lirik lagu Wulele Sanggula mengandung pesan moral, doa, dan harapan untuk anak.

Lirik

Berikut adalah lirik lagu Wulele Sanggula.

O’Wulele Sanggula ‘O Bunga Sanggula’

O’Wulele Sanggula ‘O bunga Sanggula’

O’Wulele Sanggula Anawai ‘Bunga Sanggulanya Putri’

Tumbuno welande ‘Gadis perawan cantik’

Porehu kamokole ‘Tempat duduk (singgasana Raja)’

O’ Wulele Wekoila ‘O bunga Wekoila’

Anawai inuangino Sangia ‘Putri pingitan dewa’

Sangia i lahuene ‘Dewa di atas langit’

Mokole lipuwuta ‘Raja di bumi’

Ikitanggita i Unaaha ‘Di sana, di Unaaha’

Petiro ano tarima sawulaa ‘Melihat gadis cantik’

Ikitanggita i Unaaha ‘Di sana, di Unaaha’

Pesorongano luale wasaala ‘Tempatnya para gadis cantik’

Penulis: Ade Yofi Faidzun