Pakar Jelaskan Pentingnya Vaksinasi HPV untuk Cegah Kanker Serviks

Virus Human Papillomavirus (HPV) baru-baru ini kembali menjadi topik pembicaraan. Pakar menyuarakan pentingnya vaksinasi HPV, kenapa?.

Diterbitkan 27 Juni 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Ada lebih dari 200 jenis virus HPV yang dapat memicu resiko munculnya berbagaijenis penyakit, termasuk kanker serviks. Pakar mikrobiologi klinis, Tri Wibawa mengatakan perlunya peningkatan angka penerima vaksinasi HPV dan beberapa hal yang harus diwaspadai terhadap virus HPV.

“Virus ini mulai dikenali sejak tahun 80-an dan diketahui berhubungan dengan kanker serviks. Dikarenakan prevalensi kanker serviks ini cukup tinggi jadi vaksin HPV mulai dikembangkan dan masuk ke Indonesia,” ujar Tri, Kamis 19 Juni 2025.

Ia menjelaskan pada banyak kasus, angka pemicu kanker serviks dari virus HPV dapat mencapai 70% dan dapat bertambah hingga mendekati 100% bergantung pada sistem imunitas tubuh dan klasifikasi kelompok beresiko.

Virus HPV merupakan virus yang penularannya melalui kontak secara langsung dengan bagian alat reproduksi. Berbeda dengan virus HIV (human immunodeficiency virus), virus HPV tidak menular melalui cairan tubuh melainkan bersinggungan langsung antar kulit ke kulit.

Sehingga aktivitas seksual tanpa adanya pertukaran cairan tubuh pun dapat menularkan virus HPV secara langsung. Maka kelompok paling berisiko adalah individu yang telah aktif secara seksual, dalam hal ini diasumsikan berada di rentang usia 20 tahun ke atas sehingga penting vaksinasi HPV.

“HPV itu ada banyak jenisnya, inkubasinya, dan gejalanya. Tidak semua virus HPV bisa memicu kanker serviks. Sebagian hanya memiliki gejala seperti kutil dan menghilang dengan sendirinya,” ungkap Tri.

Gejala virus HPV dan masa inkubasinya akan sangat bergantung pada sistem imun tubuh, bahkan banyak kasus, pasien tertular biasanya tidak merasakan gejala apapun. Namun perkembangan virus perlu dipantau agar tidak berkembang menjadi kanker serviks maka vaksinasi HPV perlu dierikan sedini mungkin.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terus mendorong pemberian vaksinasi HPV, terutama pada remaja perempuan dan dilakukan sebelum memasuki usia beresiko atau aktif secara seksual. Sebab, semakin tua usianya maka efektivitas vaksin akan semakin menurun.

Selain itu, baru-baru ini ada inisiasi vaksin untuk memutus rantai virus HPV dengan kanker serviks. Vaksin ini diperuntukan bagi pasien yang sudah tertular virus HPV agar resiko munculnya kanker serviks dapat diturunkan. Sayangnya vaksin jenis ini memang belum tersedia.

Tri mengatakan, karena virus HPV tidak memiliki gejala langsung maka setiap orang perlu mawas diri dengan melakukan vaksinasi dan check-up berkala. Bagi individu yang sudah aktif secara seksual, maka dihimbau untuk waspada ketika berhubungan intim, seperti menggunakan pengaman dan tidak berganti-ganti pasangan dan individu perokok aktif.

“Meskipun jarang, virus HPV bisa menimbulkan kanker selain di genital. Kalau orang merokok bisa memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker di saluran pernafasan,” tuturnya.

Tri meminta agar tidak perlu takut dan panik akan adanya virus ini. Mulai dari upaya preventif, penanganan, vaksinasi HPV, hingga terapi sudah tersedia sehingga tidak serta merta langsung memicu kanker. Jika terdeteksi tertular maka segera lakukan pemeriksaan untuk memantau perkembangan virus secara berkala.

 

Simak Video Pilihan Ini: