Menelusuri Asal-usul Istilah Bidan dari Bahasa Sanskerta hingga Inggris Kuno

‎Istilah bidan juga dikaitkan dengan kata midwife dari bahasa Inggris kuno. Secara harfiah, mid berarti bersama atau di tengah, sementara wife berarti wanita. ‎

Diterbitkan 15 Juni 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - ‎Istilah bidan memiliki akar sejarah yang panjang, melintasi berbagai bahasa dan budaya. Asal-usul istilah bidan mencerminkan peran bidan sebagai pendamping dalam proses persalinan.

‎Mengutip dari berbagai sumber, bidan telah menjadi bagian dari sistem kesehatan masyarakat sejak ratusan tahun lalu. Istilah bidan berasal dari kata widwan dalam bahasa Sanskerta. ‎

‎Kata tersebut berarti cakap atau terampil yang menggambarkan kompetensi yang dimiliki seorang bidan dalam menangani persalinan. Selain itu, terdapat istilah membidan yang merujuk pada tradisi memberikan sedekah kepada penolong persalinan setelah bayi berusia 40 hari. ‎

‎Istilah bidan juga dikaitkan dengan kata midwife dari bahasa Inggris kuno. Secara harfiah, mid berarti bersama atau di tengah, sementara wife berarti wanita. ‎

‎Gabungan kedua kata ini menghasilkan makna wanita yang mendampingi wanita lain, khususnya selama proses persalinan. Istilah midwife tercatat digunakan dalam literatur Inggris sejak abad ke-14. ‎

‎Dalam perkembangannya, midwife tidak hanya merujuk pada aspek fisik persalinan, tetapi juga pada pendekatan holistik yang mencakup empati, kepercayaan, dan pemahaman terhadap kebutuhan ibu serta keluarga. Istilah ini kemudian diadopsi ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, dengan penyesuaian pelafalan menjadi bidan. ‎

‎Terdapat perbedaan pendapat mengenai asal-usul kata bidan. Sebagian sumber mengaitkannya dengan bahasa Sanskerta widwan, sementara yang lain lebih condong pada adaptasi dari midwife. ‎

 

Teori Populer

‎Meskipun teori pertama tidak sepopuler teori kedua, keduanya sama-sama menekankan keahlian dan pendampingan sebagai esensi dari profesi bidan. Tradisi kebidanan telah ada sejak zaman kuno di berbagai belahan dunia. ‎

‎Bidan di Eropa dikenal sebagai midwife, sementara di Indonesia, istilah bidan telah digunakan jauh sebelum kolonialisasi. Istilah bidan tidak hanya merujuk pada aspek linguistik, tetapi juga pada perkembangan profesi kebidanan secara kelembagaan. ‎

‎Bidan di Indonesia pertama kali diakui secara resmi pada masa kolonial Belanda melalui pendirian sekolah kebidanan. ‎Pendidikan formal kebidanan dan regulasi pemerintah telah mengukuhkan bidan sebagai tenaga kesehatan profesional yang diakui secara hukum. ‎

Penulis: Ade Yofi Faidzun