Tradisi Pemakaman Bawah Air dan Pengembangan TPU di Desa Nagara Kalimantan Selatan

Proses pemakaman ini menggunakan peti tabala yang dirancang khusus kedap air. Tim pemakaman menyelam untuk menemukan area tanah yang lebih tinggi di dasar rawa sebelum menyedot air untuk membuat lubang kubur.

Diterbitkan 12 Juni 2025, 01:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Banjarmasin - Desa Nagara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, menghadapi tantangan geografis unik dengan 90% wilayahnya yang tergenang air saat pasang. Kondisi rawa monoton yang dikelilingi sungai besar dan lahan basah ini memaksa masyarakat mengembangkan solusi untuk berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pemakaman.

Mengutip dari berbagai sumber, sebagian besar bangunan di desa ini didirikan di atas air dengan konstruksi rumah panggung dari kayu ulin untuk mengantisipasi banjir. Keterbatasan lahan kering, terutama saat musim hujan ketika permukaan air naik, melahirkan tradisi pemakaman bawah air yang telah berlangsung turun-temurun.

Proses pemakaman ini menggunakan peti tabala yang dirancang khusus kedap air. Tim pemakaman menyelam untuk menemukan area tanah yang lebih tinggi di dasar rawa sebelum menyedot air untuk membuat lubang kubur.

Peti jenazah kemudian diikat dengan tali pada kedua sisinya dan diturunkan menggunakan kayu galam sebagai penuntun. Peti dipasang pemberat diatasnya guna untuk memastikan peti tetap di tempat.

Desa Nagara tidak hanya terkenal dengan tradisi pemakaman bawah air, tetapi juga memiliki keunggulan dalam industri logam tradisional. Masyarakat setempat telah menguasai pembuatan kuantan (periuk) dan rinjing (kuali) sejak era kolonial Belanda.

Selain itu, mereka mengembangkan pertanian palawija seperti semangka dan jagung manis di lahan yang mengering saat musim kemarau.

 

Lokasi Strategis

Pemerintah setempat mengembangkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di lokasi-lokasi strategis yang tidak terpengaruh pasang surut air. Saat ini, TPU telah beroperasi di kawasan Tumbukan Banyu dan perbatasan Sangai Pinang.

Sementara itu, pembangunan TPU di Desa Banjar Baru masih dalam tahap penyelesaian. Pembangunan TPU bertujuan menyediakan alternatif pemakaman yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.

Inisiatif ini sekaligus mengurangi ketergantungan warga pada tradisi pemakaman bawah air. Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki topografi dataran rendah dengan 90.060 hektare hutan rawa, memengaruhi pola permukiman dan tradisi masyarakat Nagara.

Selain menggunakan kayu galam dan pemberat, peti tabala harus diikat dengan tali khusus agar tidak bergeser oleh arus air selama proses penguburan. Pemakaman bawah air terutama dilakukan saat musim hujan ketika genangan mencapai puncak, bahkan area TPU darat sekalipun kerap tergenang.

Penulis: Ade Yofi Faidzun