Tari Dolalak, Tarian Khas Purworejo yang Terinspirasi dari Gerakan Serdadu Belanda

Tari dolalak muncul pada masa kolonial Belanda di awal abad ke-20. Awalnya, tarian ini terinspirasi dari gerakan serdadu Belanda yang sedang beristirahat atau berpesta.

Diterbitkan 15 Mei 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Purworejo - Tari dolalak adalah tarian yang bermula dari tiruan gerakan serdadu Belanda. Tarian ini merupakan kesenian tradisional khas Purworejo, Jawa Tengah.

Tari dolalak muncul pada masa kolonial Belanda di awal abad ke-20. Awalnya, tarian ini terinspirasi dari gerakan serdadu Belanda yang sedang beristirahat atau berpesta.

Mengutip dari berbagai sumber, nama dolalak sendiri berasal dari notasi musik do-la-la. Notasi tersebut dulu sering dimainkan dalam lagu-lagu Belanda pada masa itu.

Dulu, masyarakat setempat yang melihat serdadu Belanda menari dengan gaya khas Eropa, mulai menirukan gerakan mereka. Seiring waktu, tarian ini berkembang dan diadaptasi dengan nuansa Jawa, baik dalam gerakan, kostum, maupun iringan musiknya.

Pada mulanya, tari dolalak bersifat spontan dan lebih mirip parodi atau hiburan rakyat. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, gerakan-gerakan dalam tarian ini distilisasi menjadi lebih terstruktur.

Beberapa elemen tradisional Jawa, seperti gerakan tari rakyat dan musik gamelan sederhana dimasukkan ke dalam pertunjukannya. Kostum penari dolalak juga mengalami perubahan.

Jika dahulu penari menggunakan pakaian mirip seragam tentara Belanda, kini kostumnya berkembang dengan warna-warna cerah dan aksesoris khas Jawa. Penari biasanya mengenakan celana pendek dan topi mirip militer dengan sentuhan kain batik atau lurik.

 

Musik Pengiring

Musik pengiring tari dolalak awalnya hanya menggunakan alat musik seperti kendang, rebana, dan kecer. Seiring perkembangan zaman, iringan musiknya diperkaya dengan alat musik seperti keyboard.

Lagu-lagu yang mengiringi tari dolalak berirama rancak dan bersemangat. Beberapa lagu bahkan masih menggunakan lirik berbahasa Belanda atau Jawa dengan dialek khas Purworejo.

Tari dolalak berhasil bertahan berkat upaya pelestarian oleh masyarakat dan pemerintah setempat. Kini, tarian ini sering ditampilkan dalam acara-acara resmi, festival budaya, dan even pariwisata di Jawa Tengah.

Pemerintah Kabupaten Purworejo secara aktif mendukung pelestarian tari dolalak melalui pelatihan bagi generasi muda dan pengenalan di sekolah-sekolah. Pada tahun 2015, tarian ini bahkan diusulkan untuk mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Penulis: Ade Yofi Faidzun