Liputan6.com, Pekanbaru - Personel Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru menangkap IP karena diduga menjadi pengedar sabu. Wanita berumur 39 tahun itu tertangkap bersama 3 orang lainnya NA, SA, dan ME.
Mereka berempat ditangkap saat melakukan pesta sabu. Awalnya, tidak begitu banyak barang bukti ditemukan hingga muncul kecurigaan terhadap IP karena gerakan mencurigakan di areal bawah pinggangnya.
Advertisement
Ternyata, IP nekat memasukkan sabu dan pil ekstasi ke dalam kemaluannya. Pengeluaran sabu di kemaluan itu melibatkan petugas medis di Rumah Sakit Bhayangkara.
Kasat Reserse Narkoba AKP Bagus Faria menjelaskan, IP ditangkap bersama 3 tersangka lainnya pada Minggu dini hari, 20 April 2025. Penangkapan berawal dari informasi peredaran narkoba di sebuah rumah Kecamatan Marpoyan Damai.
Polisi mengintai rumah pada dini hari sehingga terlihat NA keluar. Dari pria tersebut, penangkapan dilakukan terhadap IP, SA dan ME yang tengah mengkonsumsi sabu di kamar.
Penggeledahan dilakukan disaksikan Ketua RT dan seorang saksi. Selama penggeledahan, IP tidak tenang karena menyembunyikan sesuai dalam celananya.
"Dia tidak kooperatif saat diperiksa, lalu dibawa ke ruang bersalin Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut dengan bantuan tenaga medis wanita," kata Bagus, Rabu siang, 7 Mei 2025.
Â
*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Pink dan Kuning
Pemeriksaan areal kemaluan mengejutkan petugas medis dan polisi. Petugas menemukan satu paket plastik bening berisi sabu seberat 13,87 gram dan 3,5 butir pil ekstasi dalam kemaluan IP.
"Pil ekstasi ada berlogo granat bewarna pink, merek Red Devil warna pink dan setengah butir warna kuning," ujar Bagus.
Hasil pemeriksaan, tersangka NA bertugas menjemput sabu dan pil ekstasi atas perintah IP. Adapun SA dan ME merupakan pecandu.
SA dan ME akhirnya menjalani asesmen untuk rehabilitasi sesuai dengan Pasal 127 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba. Untuk IP dan NA dijeratÂ
Pasal 114 ayat 2dan atau Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara. Keduanya merupakan pengedar sehingga tidak direhabilitasi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1652262/original/071294400_1745220850-1000403036.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5212505/original/087709900_1746615851-IMG_20250507_175135.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372363/original/094665200_1476326529-pekanbaru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/827404/original/069659300_1510203910-WhatsApp_Image_2017-11-09_at_12.04.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6623640/original/050694800_1779454445-IMG_6940.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572558/original/087911300_1777847724-1001206231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572458/original/066535700_1777809718-IMG_20260503_172458.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556573/original/096128300_1776256033-15614.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4361526/original/020194500_1679020544-reproductive-system-stethoscope-top-view_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549837/original/008259100_1775631330-Menteri_LH_Pekanbaru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4148686/original/075381500_1662460733-IMG_20220906_173347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531371/original/009120100_1773571517-Titik_Panas.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5514090/original/027238100_1772080329-asrama-polisi-di-pekanbaru-terbakar-rumah-dinas-ludes-0abf33.jpg)