Ingin Melerai Perkelahian, PNS di Pekanbaru Malah Tembak Kepala Remaja

Seorang PNS di Pekanbaru menembak remaja yang sedang berkelahi satu lawan satu di gang perumahan.

Diperbarui 06 Mei 2025, 22:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pekanbaru - Polsek Binawidya, jajaran Polresta Pekanbaru, menangkap Hendra Wirman karena membuat anak di bawah umur, MI, meninggal dunia. Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu menembak korban menggunakan senapan angin di Gang Muslimin, Jalan Tuah Karya.

Kasat Mata Polresta Pekanbaru Komisaris Bery Juana Putra menjelaskan, PNS tembak remaja itu terjadi pada 30 April 2025 malam. Korban sempat dirawat di rumah sakit tapi nyawanya tak tertolong.

Kejadian remaja tewas ditembak bermula ketika sejumlah anak beda perumahan sepakat melakukan perkelahian. Mereka membuat janji bertemu di gang tersebut sehingga berkumpul lebih 30 remaja.

"Mereka ingin berkelahi, satu lawan satu," kata Bery, Selasa siang, 6 Mei 2025.

Perkelahian satu lawan satu terjadi. Puluhan remaja lainnya membentuk lingkaran dan saling bersorak memberi dukungan kepada yang masuk dalam lingkaran.

Riuh suara para remaja membuat pelaku keluar dari rumahnya. Pelaku membidikkan dan meletuskan senapan angin ke arah kerumunan dengan niat membubarkan.

"Korban yang ada di kerumunan tiba-tiba tersungkur dan tak sadarkan diri," kata Bery.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Luka di Kepala

Puluhan remaja lainnya pontang-panting menyelamatkan diri. Sejumlah remaja melihat pelaku berada di rumahnya memegang senapan angin laras panjang.

"Pelaku berujar 'mati kalian', korban menderita luka di kepala karena peluru senapan angin," jelas Bery.

Korban dilarikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama. Beberapa jam kemudian korban dinyatakan meninggal karena luka tembakan di bagian kepala.

"Pelaku ditangkap dan mengakui perbuatannya," ujar Bery.