May Day 2025: Buruh di Makassar Desak Pengesahan RUU Perampasan Aset

Para buruh di Makassar juga menuntut agar PHK tidak dilakukan dengan dalih efisiensi anggaran.

OlehFauzan
Diperbarui 01 Mei 2025, 17:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makassar - Ribuan buruh yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja menggelar aksi unjuk rasa serentak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Kamis (1/5/2025), dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day. Aksi ini berlangsung di sejumlah titik strategis seperti kawasan Fly Over, Kantor DPRD Sulsel, Kantor Gubernur Sulsel, Pelabuhan Soekarno-Hatta dan Kawasan Industri Makassar (KIMa).

Jenderal Lapangan Serikat Buruh, Sultan, mengatakan bahwa aksi ini digelar sebagai bentuk perjuangan buruh demi kesejahteraan yang selama ini dinilai masih jauh dari harapan. Dalam orasinya, ia menegaskan dua tuntutan utama para buruh, yakni pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset dan revisi terhadap RUU Ketenagakerjaan.

“Kita turun ke jalan tidak lain karena ingin memastikan kesejahteraan buruh benar-benar diperhatikan. Kita juga mendesak agar rancangan UU Perampasan Aset segera disahkan dan RUU Ketenagakerjaan direvisi,” kata Sultan di kawasan Fly Over Makassar. 

Menurutnya, banyak undang-undang yang berdampak langsung terhadap buruh disusun tanpa melibatkan pihak akademisi maupun buruh itu sendiri, sehingga hasilnya tidak mencerminkan kebutuhan riil di lapangan.

Selain dua tuntutan utama tersebut, para buruh juga menyoroti praktik pemutusan hubungan kerja (PHK) yang kerap dilakukan dengan alasan efisiensi anggaran. Mereka mendesak agar alasan efisiensi tidak lagi menjadi dalih untuk merampas hak-hak pekerja.

"Jangan karena efisiensi anggaran, buruh dipecat dan hak-haknya diabaikan," ujar salah satu perwakilan massa aksi saat berorasi di Fly Over Makassar.

Mereka juga menuntut penerapan Upah Minimum Kota (UMK) dan Upah Minimum Provinsi (UMP) secara konsisten di wilayah Sulawesi Selatan, karena selama ini implementasinya masih dianggap lemah.

Janji Ketua DPRD Sulsel

Aksi ini mendapat respons langsung dari Ketua DPRD Sulsel, Rachmatika Dewi, yang menemui massa aksi di halaman kantor DPRD Sulsel. Ia menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan kehadirannya dan menyatakan komitmen lembaganya untuk menindaklanjuti semua aspirasi yang disampaikan.

"Insya Allah akan segera kami tindak lanjuti. Rekomendasi-rekomendasi ini akan kami selesaikan secara bertahap dan mudah-mudahan tidak memakan waktu lama," ucapnya.

Politikus Partai Nasdem yang akrab disapa Cicu itu juga menambahkan bahwa DPRD akan mengkaji setiap persoalan yang disampaikan dan mencari solusi terbaik bersama dengan para pemangku kepentingan.

"Kami akan pilah satu per satu masalahnya dan mencari solusi terbaik secara bersama-sama," dia menandaskan.

Sebagai informasi, peringatan Hari Buruh di Makassar berlangsung kondusif. Organisasi buruh datang pada waktu yang berbeda untuk menyuarakan tuntutan mereka di DPRD Sulsel dan Kantor Gubernur Sulsel. 

Selain para buruh, ratusan mahasiswa dari sejumlah kampus ternama di Kota Makassar juga turut serta menggelar aksi demonstrasi dalam memperingati May Day. Aksi yang berlangsung sejak pukul 07.00 Wita ini berangsur terhenti hingga pukul 17.00 Wita. Arus lalu lintas yang tadinya macet kini mulai lancar kembali.