Lori, Warisan Tradisional Malangbong untuk Kurangi Kecanduan Gawai

Lori ini dibuat secara swadaya oleh masyarakat setempat. Permainan ini bertujuan melestarikan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai.

Diterbitkan 30 April 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Garut - Permainan tradisional lori dari batang pohon aren sepanjang 120 meter kembali dihidupkan. Permainan ini berada di kampung Ciherang, desa Cihaurkuning, Malangbong, kabupaten Garut.

Lori ini dibuat secara swadaya oleh masyarakat setempat. Permainan ini bertujuan melestarikan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai.

Mengutip dari berbagai sumber, masyarakat kampung Ciherang, desa Cihaurkuning, Malangbong, kabupaten Garut, Jawa Barat, bekerja sama menghidupkan kembali permainan tradisional lori. Permainan ini terbuat dari batang pohon aren utuh sepanjang 120 meter.

Pembuatannya merupakan hasil gotong royong warga setempat tanpa bantuan pihak luar. Lori aren merupakan permainan khas Malangbong yang sempat terlupakan seiring perkembangan zaman.

Permainan ini memanfaatkan batang aren yang dibentuk sedemikian rupa agar bisa diluncurkan. Anak-anak biasanya bermain dengan duduk atau berdiri di atas lori, lalu meluncur dari titik tinggi ke rendah.

Panjang lintasannya mencapai 120 meter. Keunikan lori aren terletak pada bahan dan cara pembuatannya.

Batang aren dipilih karena sifatnya yang kuat namun lentur, sehingga aman digunakan untuk luncuran. Proses pembuatannya bermula dari pemotongan, penghalusan permukaan, hingga penguatan struktur.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Manual

Seluruh tahapan dikerjakan secara manual oleh warga. Kegiatan pembuatan lori aren ini tidak hanya bertujuan menghidupkan permainan tradisional, tetapi juga menjadi alternatif bagi anak-anak untuk beraktivitas di luar ruangan.

Di tengah maraknya penggunaan gawai, permainan ini dapat mengalihkan perhatian anak-anak dari gadget. Selain itu, lori aren juga menjadi sarana edukasi tentang kekayaan budaya lokal.

Pemilihan pohon aren sebagai bahan utama bukan tanpa alasan. Selain mudah ditemukan di sekitar Malangbong, pohon aren memiliki nilai ekonomis dan ekologis.

Bagian lain dari pohon aren, seperti ijuk dan nira, juga dimanfaatkan warga untuk keperluan sehari-hari. Dengan demikian, pembuatan lori aren sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber daya alam.

Antusiasme anak-anak di kampung Ciherang terlihat tinggi saat mencoba lori aren. Mereka bergantian meluncur dengan riang, tanpa terganggu oleh gawai.

Penulis: Ade Yofi Faidzun