Sukses

Berkah Pedagang Batik di Arena Muktamar Muhammadiyah 48 di Solo

Liputan6.com, Sukoharjo - Maulana pedagang batik asal Daerah Istimewa Jogjakarta (DIY) suda sejak Kamis (17/11/2022) berjualan di arena Muktamar Muhammadiyah 48, tepatnya di depan kampus satu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Ia mengaku membawa beberapa jenis batik, dengan mendirikan tenda darurat berwarna biru sebagai lapak jualannya selama berjualan.

Menurutnya, adanya Muktamar Muhammadiyah 48 itu dirinya mendapatkan berkah. Berkah yang ia dapatkan adalah dagangan batiknya banyak diserbu oleh para simpatisan dan penggembira Muktamar Muhammadiyah. 

"Adanya pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ini, yang biasanya kita hari biasa mendapatkan keuntungan sekitar 300 ribu rupiah. Di Muktamar ini bisa tiga atau empat kali lipatnya hasil rata-rata per hari biasa," kata dia kepada Liputan6.com, Jumat (18/11/2022).

Tak menyiakan kesempatan Maulana dengan semangat sedikit berteriak menawarkan dagangannya kepada penggembira yang melintas di depan lapaknya berjualan. Dirinya meyebut dengan menaikkan harga batik dagangannya sebesar 5-10 % dirinya optimis semua dagangannya bakal habis hingga perhelatan Muktamar Muhammadiyah selesai digelar.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Keuntungan Empat Kali Lipat

"Kemarin jualan ramai, alhamdulillah ada untungnya. Ini belum acara puncaknya besok, harga masih normal paling kita naikkan sedikit saja dari harga biasa. Ini momentum jadi wajar pedagang menaikkan harga," ucap dia. 

Maulana menjajakan aneka jenis pakaian dari batik, mulai dari Batik Solo, Batik Jogjakarta, Batik Pekalongan, dan juga batik dari Cirebon. Jenis pakaian dari batik tersebut bervariasi mulai harga paling murah hingga mahal sesuai dengan kualitas batiknya sendiri.

"Baju anak-anak itu ada yang 100 ribu dapat tiga ada yang empat. Harga yang dewasa ada yang 50 ribu hingga 150 ribu tergantung bahan batiknya," ujar dia.

Dirinya akan berjualan selama empat hari di lokasi Muktamar Muhammadiyah itu, tak hanya berkah untuk meraih cuan di acara tersebut maulana juga dimudahkan dalam proses menyewa lapak dagangannya.

"Lapak ini diberikan izin berjualan oleh pemilik dan kita hanya diminta uang sewa seikhlasnya kita saja. Alhamdulillah omset naik tinggi dan sangat bersyukur sekali, ada kenaikan signifikan," kata dia.

Ia memberikan dukungan dan berharap perhelatan Muktamar Muhammadiyah 48 di Solo itu berjalan lancar dan membawa dampak perekonimian juga untuk warga.

"Semoga muktamar berjalan lancar kami para pedagang juga sangat terbantu, terima kasih semoga acara sukses sampai selesai. Semua berjalan secara rapi struktural secara rapi dan struktural, semoga sukses," uacapnya.

Sementara itu, Tenri perempuan asal Bulukumba yang hadir sebagai penggembira Muktamar Muhammadiyah 48 di Solo menjelaskan dirinya sudah sejak kemarin berbelanja baju untuk keluarganya di Bulukumba.

"Mumpung lagi di Solo jadi cari batik, baju anak-anak untuk cucu, baju panjang. saya hadir di muktamar hanya sebagai penggembira saja semoga acaranya berjalan sesuai rencana," tutur Tenri.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS