Sukses

Mencari Solusi Mengatasi Resesi Usai Pandemi Covid-19

Liputan6.com, Cirebon Pandemi Covid-19 berimbas kepada lumpuhnya sektor ekononmi. Bahkan, bayang-bayang resesi tahun 2023 membuat sejumlah masyarakat khawatir.

Owner Multi Brand and Product Sampriatna mengatakan, untuk menghadapi keterpurukan akibat pandemi covid-19, dibutuhkan seorang generalis sukses dalam membangkitkan perekonomian nasional.

Dia menjelaskan banyak perusahan yang di kelola terancam gulung tikar akibat dampak terjadinya resesi 2023.

"Ancaman resesi 2023, dimana suatu kondisi perekonomian suatu negara sedang memburuk yang terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif. Ini akan berpengaruh kepada perusahan apakah bisa bertahan atau tidak," ucapnya saat mengisi sebagai pemateri di Pondok Qur'an Digitalpreneur Cirebon, Minggu (6/11/2022).

Sam mengatakan, ancaman resesi akan berdampak nyata. Salah satunya, terjadi perlambatan ekonomi hingga pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Sam menambahkan, bangsa ini butuh seseorang generalis untuk menciptakan brand-brand unggulan. Brand tersebut, kata dia, tidak hanya bersaing di nasional tapi mampu masuk ke pasar Internasional. 

Menurut dia pembisnis generalis sudah menyiapkan segala kemungkinan dan dampak apabila terjadi resesi 2023.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Penjelasan Generalis

"Maksudnya walaupun Indonesia saat ini tidak terlalu terdampak tapi orang-orang di sekitar kita banyak kena PHK jadi supaya saling terbantu dengan membuka lapangan pekerjaan, jadi tidak tergantung bekerja di perusahaan,"ujarnya.

Pengertian dari generalis kata Sam adalah merupakan lawan kata dari spesialis. Pengusaha generalis, kata dia, sempat mempelajari hal apapun tapi tidak fokus pada satu produksi. 

"Contohnya, kayak saya menciptakan produk umpan pancing, brand Nusa Fishing padahal tidak hobi mancing, saya mempelajari dan melakukan riset dan fokus tidak memikirkan produksi lainnya dulu. Dan yang paling penting ketika kita sudah punya produk sudah paham baru masuk ke marketing untuk memasarkan produk kita," paparnya.

Tujuan menciptakan generalis baru agar mampu menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya. Dan nantinya mampu meningkatkan roda perekonomian nasional.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.