Sukses

ACT Diterpa Isu Penyelewengan Dana, Manajer Cabang Sulutgo: Doakan Semoga Masih Amanah

Liputan6.com, Gorontalo - Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) saat ini ramai diperbincangkan publik. Adanya dugaan kebocoran dana, hingga gaji para petinggi yang mencapai ratusan juta kini berembus dalam organisasi nirlaba tersebut.

Tidak hanya kebocoran dana dan gaji para petinggi yang mencapai ratusan juta, adanya mobil mewah para petinggi ACT juga menuai sorotan. Bahkan, saat ini viral nama yang diganti dengan "Aksi Cepat Tilap".

Meski begitu, isu yang kini beredar tidak menyulutkan ACT Cabang Sulut dan Gorontalo (Sulutgo) untuk tetap menerima dana dari para donatur.

Menanggapi isu yang beredar saat ini, para karyawan ACT Sulutgo hanya bisa mengucapkan istigfar. Sementara, ruang donasi khusus di cabang Sulutgo masih tetap dibuka.

"Dengan kata lain ACT akan tetap bersama-sama dengan umat atau mereka yang membutuhkan," kata Budianto Tangahu Branch Manager ACT Sulutgo kepada Liputan6.com, Senin (4/7/2021).

Terkait dengan isu yang beredar juga, kata Budianto, saat ini lembaga mereka mendapatkan banyak dukungan masuk dari masyarakat. Mereka diminta untuk tetap bergerak demi orang-orang yang membutuhkan.

"Saat ini banyak support yang masuk ke kami. Namun Dengan isu ini, donasi-donasi dari publik akan berpengaruh ke depannya," tuturnya.

"Akan tetapi, doakan kami ACT terus menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Ditanya soal mobil operasional yang digunakan saat ini, ternyata tidak seperti para pimpinan tinggi ACT yang diduga memiliki mobil mewah.

Menurutnya, jika dirinya tidak memiliki mobil operasional dari ACT. Bahkan, saat ini, pimpinan cabang ACT Sulutgo menggunakan mobil pribadinya sendiri.

"Tidak benar ada operasional mobil, saya pakai kendaraan sendiri," tuturnya.

Selain itu, dirinya juga mebeberkan jumlah karyawan yang bekerja di ACT cabang Sulutgo. Saat ini, ACT Cabang Sulutgo memiliki 5 karyawan.

"Untuk karyawan ACT Gorontalo 2 orang Sulawesi Utara 3 orang," ungkapnya.

Untuk pengupahan karyawan ACT itu disetarakan sesuai UMP daerah. Sementara untuk seorang Branch Manager, Budianto mengaku, dirinya mendapatgakan gaji di atas upah minimum regional (UMR).

"Alhamdulillah gaji karyawan UMP, terima kasih konfirmasi dan pertanyaannya mohon doa dan dukungan ACT tetap membersamai umat," ia menandaskan.

 

Simak juga video pilihan berikut: