Sukses

MoU Unhas Makassar-Bulgaria Beri Dampak Ekonomi Kedua Negara

Liputan6.com, Jakarta - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan University of Forestry Bulgaria melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada hari Kamis (27/5/2022) lalu secara daring.

Penandantangan tersebut dihadiri secara daring oleh Duta Besar LBBP RI Sofia Iwan Bogananta, Rektor Unhas Makassar Prof Jamaluddin Jompa.

Dan mewakili University of Forestry Bulgaria yakni Chancellor Prof. DSc Ivan Alexandrov Iliev. Serta Vice Chancellor of University of Forestry dan Duta Besar Bulgaria di Indonesia Petar Andonov

MoU Unhas Makassar-Bulgaria tersebut mencakup lima bentuk kerja sama, yakni Pendidikan, penelitian, pengembangan masyarakat, inovasi, dan aktivitas bisnis. Yang mana, turunannya antara lain penelitian bersama, tukar-menukar mahasiswa dan dosen, serta kerja sama berbagai inovasi teknologi.

Sebelumnya, Unhas Makassar juga menandatangani MoU kerja sama dengan Institute of ICT, Bulgarian Academy of Sciences, Joint Training Simulation & Analysis Center (JTSAC) pada tanggal 28 April 2022 lalu.

“Kerjasama ini akan segera direalisasikan tahap awal,” ucap Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, Sabtu (28/5/2022).

Di mana, kerja sama tersebut yaitu melalui pengembangan riset, dan pertukaran dosen dan mahasiswa. Serta dalam waktu dekat mengundang delegasi kedua belah pihak, untuk saling kunjung.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

2 dari 2 halaman

Harapan Dubes RI

“Saya harapannya, agar MoU tersebut dapat segera ditransformasikan menjadi tindakan nyata yang menghasilkan concrete result,” ujarnya Duta Besar LBBP RI Sofia Iwan Bogananta.

Menurut data dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, total hutan Indonesia adalah sebesar 95,6 juta hektar atau sekitar 50,9 persen dari total wilayah Indonesia.

Sementara luas hutan Bulgaria 4,1 juta hektar atau sekitar 33 persen dari luas wilayah Bulgaria. Karena itu, dia mengharapkan agar kerja sama bidang kehutanan ini dapat segera memberikan manfaat secara ekonomi untuk rakyat kedua negara.