Sukses

Siswa dan Guru yang Terpapar Covid-19 di Bandung Bertambah, 12 Sekolah Hentikan PTM

Liputan6.com, Bandung - Sebanyak 54 siswa dan guru dari berbagai sekolah di Kota Bandung dinyatakan positif Covid-19 hasil dari tes usap PCR secara acak yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung. Jumlah tersebut bertambah sejak dilakukannya pengetesan pada 15-19 Oktober 2021.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Kota Bandung Rosye Arosdiani menjelaskan, tes acak PCR bagi siswa dan guru yang menjalankan PTM sudah keluar sebanyak 2.179 sampel. Dari jumlah tersebut, terdapat 54 orang dinyatakan positif Covid-19.

“Hasil negatif 2.125 orang dan yang positif itu ada 54 dari sampel yang keluar sebanyak 2.179,” kata Rosye, Jumat (22/10/2021).

Berdasarkan data dinkes, dari ke-54 orang tersebut, hasil positif mayoritas dari kalangan siswa. Tes acak tersebut dilakukan di 65 sekolah di Kota Bandung.

"Jumlah sekolah yang sudah dilakukan pemeriksaan itu 65, dan yang lebih dari 5 persen itu ada beberapa sekolah dari berbagai jenjang," tutur Rosye.

Rosye menyatakan siswa dan guru yang terpapar Covid-19 hasil tes acak swab PCR termasuk ke dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).

“Jadi, sebetulnya mereka ini itu semuanya adalah tanpa gejala dan hampir semuanya juga dilakukan isolasi mandi (isoman) di bawah pengawasan puskesmas. Kondisinya baik dan nilai CT-nya juga cukup baik,” tuturnya.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

PTM 12 Sekolah Dihentikan

Dengan adanya temuan tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menyatakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di 12 sekolah dihentikan sementara. Menurut Sekretaris Disdik Kota Bandung Cucu Saputra, dari 67 sekolah, sebanyak 37 sekolah di antaranya nol kasus positif Covid-19.

Adapun 18 sekolah hasil tes PCR berada di angka 1 hingga 5 persen sehingga rombongan belajar yang terpapar dilakukan pemeriksaan dan karantina. Sedangkan, hasil tes PCR di 12 sekolah menunjukkan berada di angka 5 persen.

Cucu mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran tentang tindak lanjut hasil surveilans kepada seluruh sekolah yang menggelar PTM terbatas. Bagi sekolah yang terdapat hasil tes PCR dari 0 hingga 1 persen dilakukan isolasi mandiri kepada yang terpapar dan PTM tetap berjalan.

Sedangkan, angka 1 hingga 5 persen dilakukan isolasi mandiri kepada yang terpapar, mengetes semua rombongan belajar dan karantina semua anggota rombongan belajar.

Apabila lebih dari 5 persen, maka isolasi mandiri dan PTM dihentikan sementara sampai semua anggota sekolah. "Sesuai aturan dinas pendidikan harus memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut hingga selesai proses pelacakan," ujarnya.

Menurut Cucu, pihaknya telah berkoordinasi dengan UPT puskesmas setempat untuk pelaksanaan tindak lanjut secara medis sesuai standar yang sudah ditentukan. "Selanjutnya, bagi satuan pendidikan yang persentase hasil surveilans di atas 5 persen dinyatakan positif untuk menghentikan sementata pelaksanaan PTM terbatas," tuturnya.