Sukses

Vaksinasi Covid-19 Guru dan Tenaga Pendidik di Jabar Baru Capai 45 Persen

Liputan6.com, Bandung - Jumlah penerima vaksinasi Covid-19 untuk pendidik atau guru dan tenaga kependidikan (PTK) di Jawa Barat untuk dosis pertama sebanyak baru mencapai 55.785 orang dari 123.746 PTK atau 45,08 persen. Adapun untuk dosis kedua sebanyak 38.670 orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Yesa Sawedi mengatakan, pihaknya intens memantau perkembangan vaksinasi Covid-19 bagi PTK. Selain itu, ia pun mendorong sekolah dan kantor cabang Disdik Jabar untuk mendata PTK maupun peserta didik yang akan divaksin. 

"Sampai saat ini, proses pendataan vaksinasi untuk guru dan siswa sedang berlangsung. Jadi, kemungkinan data yang diperoleh baik untuk guru maupun untuk siswa belum semuanya diinput," kata Yesa.

"Kita terus mendorong kepada pihak sekolah dan KCD (kantor cabang dinas) untuk terus dilakukan pendataan agar bisa mendapatkan data real," ujarnya.

 

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Vaksinasi Covid-19 di Jabar

Yesa melaporkan sekolah yang sudah melakukan pendataan vaksinasi Covid-19 mencapai 58 persen. 

"Untuk jenjang SMA, sebanyak 1.125 dari 1.685 sekolah atau sebesar 66,77 persen yang telah mengisi pendataan. Untuk jenjang SMK, sebanyak 1.524 dari 2.937 sekolah atau sebesar 51,89 persen telah mengisi pendataan. Untuk jenjang SLB, sebanyak 264 dari 384 sekolah atau sebesar 68,75 persen telah mengisi pendataan," tutur Yesa. 

Pemerintah Provinsi Jabar sendiri terus berupaya mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi Covid-19. Kecepatan penyuntikan vaksin Covid-19 pun intens ditingkatkan. Dalam tujuh pekan terakhir, kecepatan rata-rata vaksinasi Covid-19 di Jabar mencapai 310.519 dosis per hari. 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 22 September 2021 pukul 12.00 WIB, masyarakat di Jabar yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama sebanyak 14.016.008 orang. Adapun untuk dosis kedua sebanyak 7.137.576 orang.