Sukses

ITB Ikut Proyek Laptop Merah Putih, Ciptakan Laptop Keren Seharga Rp5 Juta

Liputan6.com, Bandung - Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi salah satu dari empat konsorsium yang kini tengah menggarap perancangan proyek laptop Merah Putih garapan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Proyek tersebut bertujuan mengembangkan produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di dalam negeri.

Rektor ITB Reini Wirahadikusumah mengatakan, laptop ini menggunakan sumber daya manusia dalam negeri melalui kerja sama antar beberapa perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN BH). Selain ITB, PTN BH yang terlibat dalam produksi laptop Merah Putih ini yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Rektor ITB Reini Wirahadikusumah mengatakan, keempat PTN BH tersebut bukan program perorangan, melainkan institusi.

"Sebagian besar dosen dan peneliti ITB yang memiliki kompetensi yang terkait akan dilibatkan, tentu tergantung dari dana yang tersedia dan aturan yang berlaku. Ini adalah pekerjaan multi-disiplin, tetapi yang paling banyak adalah dari bidang Teknik Elektro dan Informatika," kata Reini melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Selasa (27/7/2021).

Reini menjelaskan, jumlah dosen dan peneliti yang akan terlibat cukup banyak. Paling tidak dalam masing-masing Tim di PTN BH anggota konsorsium terdapat lima koordinator yang akan mengelola kegiatan pengembangan untuk bagian-bagian yang berbeda dari sistem laptop ini. Dan setiap koordinator ini akan memiliki anggota peneliti dan teknisi.

"Jadi, andaikata setiap bidang ada lima anggota peneliti dan teknisi, maka paling tidak ada 25 orang peneliti dan teknisi di setiap PTN BH. Jika, terdapat mahasiswa yang nantinya akan dilibatkan, maka jumlah yang terlibat lebih banyak lagi," ujarnya.

Reini menuturkan, terdapat lima kategori kegiatan dalam tim masing-masing di PTN BH anggota konsorsium, yaitu terkait dengan platform hardware atau perangkat keras, platform sistem operasi, software (perangkat lunak) aplikasi, perangkat peripherals, dan komponen. Masing-masing kategori kegiatan ini membentuk jadi sebuah sub tim yang memiliki koordinator tim ahli masing-masing yang akan memiliki anggota peneliti dan teknisi.

"Tim akan bekerjasama dengan mitra industri untuk sisi produksinya. Tim ahli lebih fokus kepada RDE (penelitian, pengembangan, dan kerekayasaan), sementara untuk produksinya akan bekerjasama dengan mitra industri, baik lokal maupun multi-nasional,” ungkap Reini.

Menurut Reini, anggaran program laptop Merah Putih akan disediakan oleh Kemendikbudristek, baik untuk kegiatan RDE maupun pengadaan laptopnya yang akan diproduksi oleh mitra industri konsorsium.

“Keperluan dana sedang dipersiapkan. Jumlah dana persisnya sebaiknya ditanyakan ke pihak Kemendikbudristek,” kata dia.

Sebelumnya, Sekretaris Direktur Jenderal Dikti, Paristiyanti Nurwardani mengatakan, laptop Merah Putih tersebut ditargetkan diproduksi sebanyak 10.000 unit tahun ini. Barang baru itu, akan dibanderol dengan harga Rp5 juta per unit.

"2021 kita produksi 10.000 dengan harga Rp5 juta," ujar Peristiyanti, Jumat (23/7/2021).

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini