Sukses

Hujan Abu di Kutawaru

Liputan6.com, Cilacap - Pertamina mengklaim tak ada dampak langsung akibat kebakaran di area pertangkian 39 Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jumat malam (11/6/2021) lalu.

Namun, di Kelurahan Kutawaru, lingkungan dan sumber air dilaporkan kotor diduga akibat jelaga asap kebakaran yang turun bersamaan dengan hujan di wilayah tersebut. Hujan abu mengotori lingkungan, sumur dan sumber air lainnya.

Atas permintaan masyarakat dan Pertamina, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap mengirimkan bantuan air bersih. Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan dalam insiden kebakaran tersebut, arah angin mengarah ke permukiman.

Asap kebakaran tangki Pertamina tersebut kemudian jatuh terbawa air hujan sehingga mencemari sumur dan sumber air warga. Karena itu, BPBD mengirimkan bantuan air bersih pada Sabtu dan Minggu (12-13/6/2021), masing-masing dua tangki air bersih.

“Untuk yang terdampak sekitar, itu mungkin pengaruh sekitar, karena rumah dan lingkungannya terdampak, akhirnya minta bantuan air bersih. Begitu saja. Yang minta bantuan air bersih ke BPBD itu Kutawaru,” katanya, Minggu.

Air bersih didistribukan ke sekitar 300 keluarga yang terdiri dari 900 jiwa, di RW 1, 9, 8, 11, 12 dan 13, Dusun Cigintung, Perkuyan dan Cimeyong, Kelurahan Kutawaru, Cilacap tengah, Cilacap.

Tri Komara mengungkapkan, jarak permukiman di Kelurahan terdampak kebakaran Kilang Pertamina Cilacap berkisar antara 2-5 kilometer. Sementara ini, masyarakat tidak ada yang dilaporkan terdampak secara langsung. Akan tetapi, pemantauan kesehatan langsung dilakukan oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan Cilacap.

“Efeknya sampai situ (pencemaran). Kalau asapnya itu jelas sampai perkampungan, hawa panasnya juga sampai ke perkampungan,” dia menjelaskan.

2 dari 3 halaman

Klaim Pertamina

Area Manager Communication, Relations, dan CSR, Kilang Pertamina Cilacap, Hatim Ilwan memastikan kondisi masyarakat di sekitar kilang aman dan tidak terdampak karena area tangki yang terbakar berada jauh dari permukiman warga. Kebakaran juga tidak sampai memakan korban jiwa.

"Kebakaran terjadi di salah satu area tangki penyimpanan yang lokasinya berada jauh di dalam kompleks kilang, bukan kilang atau pabrik pengolahannya. Penyebab kebakaran belum diketahui," kata  pada konferensi pers, Jumat (11/6/2021).

Senada, Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rahman memastikan kebakaran ini tidak berdampak pada masyarakat sekitar karena titik kebakaran berada jauh dari pemukiman. Pemkab Cilacap menyatakan kesediaannya untuk membantu proses pemadaman jika diperlukan.

“Kapanpun dibutuhkan tim pemadam dari kabupaten juga siap diturunkan. Kami bersama TNI dan Polri siap membantu Pertamina sebagai objek vital Nasional,” ujar Syamsul.

Untuk mengamankan area sekitar kilang, Polres Cilacap membuat perimeter sebagai batas pengamanan. Polres juga menerjunkan anggota untuk berpatroli mencegah kerumunan warga di sekitar kilang.

“Lokasi tangki yang terbakar jauh dari pemukiman penduduk maupun jalan raya. Yang terdekat itu area pabrik sekitar 350 meter dari lokasi kebakaran,” ucap dia.

Upaya pemadaman dilakukan menggunakan alat foam monitor untuk mengarahkan penyemprotan foam ke titik api. Sejumlah 50 tenaga pemadam diturunkan untuk menangani kebakaran ini. Setelah uapaya pemadaman, Tim Emergency melakukan pendinginan untuk mencegah api timbul kembali.

Pada saat terbakar, tangki di area bundwall hanya berisikan 1/3 produk Benzene atau sebanyak 1.100 barel dari kapasitas tanki 3.000 barel. Benzene adalah produk kilang yang merupakan bahan dasar untuk petrochemical, sehingga tidak terkait dengan produk BBM atau LPG.

3 dari 3 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini: