Sukses

Pemberantasan Togel Tak Serius, Lilik Nekat Aksi Jalan Kaki Jogja - Mapolda Jateng

Liputan6.com, Blora - Lilik Yuliantoro (30), pemuda asal Blora, Jawa Tengah, kembali melakukan aksi gila. Dia jalan kaki dari Yogyakarta ke Semarang sebagai bentuk protes atas upaya pemberantasan judi togel di Blora yang dianggapnya tidak serius.

"Saya prihatin atas kondisi yang ada, selama ini yang ditangkap hanya pengecernya dan tidak sampai bandar besarnya. Judi togel merusak mental dan moral anak bangsa," ujar Lilik saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (14/7/2020).

Keprihatinan Lilik terhadap pemberantasan judi togel di Blora bukan tanpa alasan. Menurut dia, judi togel sudah jelas-jelas melanggar hukum negara maupun agama, namun aparat penegak hukum seakan tutup mata, dan setengah hati melakukan pemberantasan ke bendar besar.

Lilik mencontohkan, seperti halnya di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Aparat hanya menangkap pelaku di level pengecer dan tidak pernah sekali pun bandar ditangkap dan diadili. Dia bilang, rata-rata di daerah lain kondisinya juga sama.

"Padahal tempat bandar itu berada sudah bukan rahasia publik lagi, nyata di depan mata. Namun yang terjadi para bandar tidak ditangkap. Ada apa dengan aparat penegak hukum?" katanya.

Lilik mengawali aksinya dengan berjalan kaki dari Pal Putih Yogyakarta, lalu menuju Mapolda Jawa Tengah dan berakhir di Kantor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dalam aksinya itu dirinya membawa flyer bertuliskan, "AKSI JALAN KAKI TUTUP TOGEL BLORA DAN SE-JATENG, JOGJA - SEMARANG, POLDA JATENG"

Dalam perjalanannya Lilik hanya membawa masker, bendera merah putih, dan pakaian 2 stel. Direncanakan saat jalan kaki menuju kota Semarang estimasi waktunya 3 hari. Dia akan membagikan selebaran tuntutan kepada orang yang ditemuinya sepanjang perjalanan.

 

 

2 dari 3 halaman

Aksi Gila Lainnya

Aksi gila Lilik melakukan perjalanan panjang sebagai bentuk protes bukan kali ini saja. Sebelumnya dia pernah aksi jalan kaki Blora - PSSI Semarang, Jawa Tengah, untuk menuntut keadilan soal pertandingan sepakbola antara Persikaba melawan Persab Brebes. Kala itu PSSI memutuskan pertandingan dilanjutkan di Citarum, dan Persikaba juara runner up.

Aksinya yang kedua, yaitu jalan kaki Blora - Semarang untuk bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Kala itu Lilik Meminta agar di Kabupaten Blora ada stadion sepak bola yang layak.

Aksinya yang ketiga yaitu aksi jalan kaki Blora - Jakarta dengan membawa 1.000 aspirasi untuk Presiden Jokowi. Saat itu dia mengadukan kasus korupsi Blora ke Komisioner Pemberantasan Korupsi (KPK). Aksi ke empat yaitu aksi jalan kaki Jogja - Jakarta soal pernyataan Amien Rais dan berkunjung ke kantor pusat KPK.

 

3 dari 3 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini: