Sukses

Jurus Singapura Gaet Wisatawan Kota Daeng di Tengah Isu Virus Corona

Liputan6.com, Makassar - Wabah Virus Corona Covid-19 berdampak besar bagi sektor pariwisata global, termasuk di negara tetangga, Singapura.

Pariwisata Singapura merasakan dampak yang sangat signifikan dari turunnya jumlah wisatawan yang datang berkunjung akibat Virus Corona.

Demi menjaring wisatawan, Singapura Tourism Board (STB) terus menggencarkan kampanye aman mengunjungi Singapura. Mereka tetap optimis dan terus mengeluarkan jurus pikat demi menggaet wisatawan di Kota Daeng Makassar.

Director Singapura Tourism Board (STB) untuk Indonesia, Jolene GOH mengatakan, wisatawan tak perlu takut berkunjung ke Singapura lantaran negara tersebut memiliki crisis centre sendiri untuk mengantisipasi Virus Corona.

Menurut Jolene yang berkantor di kota Surabaya, Singapura telah membangun reputasi yang kuat sebagai pusat bisnis global dan pariwisata, dan dikenal sebagai negara yang memiliki infrastruktur berkualitas serta keamanan, stabilitas, konektivitas, dan aksesibilitas yang baik.

Di tengah kompetisi global untuk memikat wisatawan dan investasi semakin ketat, ditambah lanskap media yang semakin beragam dan kompleks. Di saat yang sama, pengunjung semakin kritikal dalam memilih sebuah destinasi.

Jolene mengaku Singapura telah menciptakan pariwisata yang berkualitas (Quality Tourism). Salah satu pendekatannya adalah, bukan hanya sekedar menawarkan hal-hal yang bisa dilakukan di Singapura. Namun mengajak para wisatawan Indonesia, termasuk wisatawan kota Makassar, Sulawesi Selatan untuk berpikir apa yang bisa mereka wujudkan di Singapura.

"Misalnya mengejar passion mereka sebagai seorang Pecinta Kuliner (Foodie), Penjelajah (Explorer), Pencinta Belanja (Collector), Pemburu Aksi (Action Seeker), Penyuka Sosialisasi (Socializer), atau Penggiat Seni (Culture Shaper)," kata Jolene kepada Liputan6.com di Hotel Melia, Kota Makassar, Kamis (27/2/2020).

 

2 dari 3 halaman

Makassar Andalkan MICE

Bagi Indonesia, salah satu sektor yang terimbas oleh adanya wabah corona adalah, sektor pariwisata yang belakangan menjadi perhatian khusus.

Sekertaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulawesi Selatan, Hendra Nick Arthur mengatakan, meski Makassar tak masuk dalam 10unggulan destinasi industri pariwisata dalam negeri.

Kota Daeng julukan Makassar, lanjut Hendra, tetap berupaya memaksimalkan potensi wisata MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions) yang dimiliki.

Sementara itu pemerintah akan mengucurkan dana untuk influencer sebesar Rp72 miliar untuk influencer. Dana yang diambil dari APBN ini, diberikan untuk mendorong pariwisata Indonesia yang merosot akibat wabah Virus Corona.

Data yang dihimpun Liputan6.com, selain untuk influencer, pemerintah juga menganggarkan Rp98,5 miliar untuk maskapai penerbangan dan biro perjalanan.

Kemudian Rp103 miliar untuk anggaran promosi dan kegiatan pariwisata sebesar Rp25 miliar.

Dengan begitu, total ada Rp298,5 miliar dana tambahan yang dikucurkan pemerintah untuk sektor pariwisata. Dana ini disalurkan melalui sejumlah kebijakan salah satunya dengan memberikan diskon sebesar 30 persen untuk wisatawan domestik.

Diskon ini akan berlaku untuk 10 destinasi wisata yakni, Yogyakarta, Labuan Bajo, Danau Toba, Bangka Belitung, Batam, Bintan, Manado, Bali, Malang, dan Mandalika. Potongan harga akan berlaku mulau Maret hingga Mei 2020.

3 dari 3 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Loading