Sukses

Curhatan Mahasiswa Asal Riau di Wuhan: Kami Ingin Pulang

Liputan6.com, Pekanbaru - Kerisauan tengah menyelimuti keluarga AH di Pekanbaru karena saudaranya RD terisolasi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei China. Di Negeri Tirai Bambu itu, RD tinggal bersama suaminya RA dan anaknya Ny.

Saban hari, sejak kota itu ditutup karena penyebaran Virus Corona, AH intens berkomunikasi dengan mahasiswi di China University of Geoscienses itu. Dia berharap pemerintah Indonesia bisa mengupayakan kepulangan adik, ipar, dan keponakannya dimaksud.

Ditemui di kediamannya di Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, AH menyebut RD mendapat beasiswa dari China pada tahun 2017. RD mengambil jurusan psikologi menyusul suaminya yang berangkat duluan.

"Kalau suaminya itu berangkat tahun 2016, sekitar 3 tahun lalu," kata AH, Selasa siang, 28 Januari 2019.

Penuturan RD kepada AH, Wuhan diisolasi pemerintah setempat sejak Virus Corona banyak memakan korban. Tak ada satu pun warga boleh keluar karena penyebaran virus ini makin meluas.

Menurut AH, kondisi RD dan suami beserta anak semata wayangnya dalam keadaan sehat di tengah wabah Virus Corona. Pihak kampus dan tenaga medis setempat rutin mengecek kesehatan RD dan mahasiswa lainnya asal Indonesia.

"Alhamdulillah sehat, di luar hanya ada polisi, petugas di jalan dan medis," terang RD melalui video call kepada AH.

2 dari 2 halaman

Tertekan Situasi

Meskipun sehat, kondisi RD dan RA serta mahasiswa Indonesia lainnya tak begitu baik secara psikologis. Ruang gerak terbatas dan hanya boleh menerima kedatangan pihak kampus sangat berpengaruh.

"Siapa yang mau diisolasi begitu, tidak ada kejelasan sampai kapan itu berlangsung," kata AH setelah berkomunikasi dengan RD.

AH berharap pemerintah mengambil langkah cepat agar Virus Corona tak menginfeksi mahasiswa asal Indonesia di sana. Dia khawatir virus ini bisa menular melalui udara sehingga sampai ke asrama tempat adiknya itu tinggal.

"Kita berharap pemerintah mengambil langkah terhadap anak-anak kita di Wuhan karena mereka ketakutan sekali," imbuh Ade.

AH menambahkan, tiap hari RD dan suaminya mendapat perkembangan penanganan Virus Corona di Wuhan. Begitu pula dengan jumlah korban yang terinfeksi dan meninggal dunia di sana.

"Setiap hari RD meng-update informasi kepada kami, Alhamdulillah mahasiswa Indonesia sehat semua. Tapi sampai kapan mereka tertahan di sana, diisolasi begitu," mata AH memerah lalu menitikkan air.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Studi Terbaru Sebut Pasar Seafood Wuhan Bukan Asal Virus Corona
Artikel Selanjutnya
Teka-Teki Pengusaha Tampan Raib Usai Mobilnya Ditemukan Terbakar