Sukses

Lagi, Soal Kopi Keliling Jogja

Liputan6.com, Yogyakarta - Kopi menjadi minuman yang kini banyak diminati oleh berbagai kalangan. Para penjualnya pun beradu inovasi. Kopi Keliling misalnya, menyajikan kopi yang dijual dengan gerobak beserta alat-alat lengkap untuk pembuatan kopinya.

Nama koling terinspirasi dari orang-orang di sekitar karena dulunya kopi ini sering dipanggil calling untuk pesta besar, pernikahan, dan acara kampus. Lalu kini berubah menjadi koling (kopi keliling).

Nicolas Deni Firma, pemilik usaha kedai kopi keliling memiliki ide mulanya karena sudah banyaknya kedai kopi di Yogyakarta. Lain dengan koling, menjual kopi dengan berpindah-pindah dan menjelajahi tempat-tempat di Yogyakarta

Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta jurusan Argotekologi Pertanian tersebut mengaku awal mula membuka usaha Koling hanya untuk batu loncatan saat kuliah.

"Awalnya sih mau bantu orang tua, tapi karena saya punya pengalaman menjadi barista kopi di Jakarta, jadi saya tekuni bisnis ini," seru Nicolas.

Yang menjadi khas dari koling yaitu, pakaian yang dipakai oleh karyawan. Barista koling mengenakan pakaian surjan dan blangkon menjadi menjadikan penampilan yang unik.

Namun, jika ia ingin membuka cabang di kota lain, ia akan mengikuti pakaian khas kota tersebut. Karena ingin mengembangkan kebudayaan di lokasi tempat ia berjualan.

"Unik banget, jual kopi langsung dibuat depan pelanggannya, saya langsung mencium aroma khas kopi," Ucap Fadel mahasiswa dari Jakarta.

Koling biasa berjualan di kawasan Malioboro juga berkat pakaian yang dikenakan karyawannya. Ketua pengelola Malioboro pun tertarik dan membantu Nikolas untuk mengajukan proposal dan dicarikan tempat berjualan.

Untuk menu favorit koling yaitu Es Susu Kopi Petani yang paling banyak diminati karena memadukan kopi robusta dan arabika, dan dicampur dengan susu. Ia baru menciptakan menu baru es kopi susu dicampur dengan buah-buah asli, es susu kopi pisang, dan es susu kopi nangka.

Menikmati segelas kopi buatan barista koling pada malam hari di keramaian kawasan Malioboro membuat hati tenang. (Nadiyah Fitriyah / PNJ)

 

Loading