Sukses

Tragis, Suami Istri di Pemalang Tewas Diserang Kawanan Tawon Gung

Liputan6.com, Pemalang - Nasib tragis dialami oleh sepasang suami istri, Suwaryo (62 th) dan Endriyati (45 th). Mereka diserang tawon Gung (Apis Dorsata) ketika melintas di Tempat Pemakaman Umum Dukuh Karyamukti, Desa Karangbrai, Bodeh, Pemalang.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 24 November 2019. Semula, warga Desa Kebandaran Kecamatan Bodeh ini tengah melintas dengan berboncengan sepeda motor di area tersebut.

Tanpa dinyana dan tanpa penyebab, sekawanan Tawon Gung yang bersarang di pemakaman kampung mendadak menyerang. Mereka pun panik dan berteriak minta tolong.

Warga yang mendengar teriakan keduanya berupaya menolong. Tetapi, serangan tawon itu memang luar biasa.

Selama beberapa waktu, warga tak kuasa mengusir tawon yang tengah mengamuk. Namun, akhirnya serangan tawon itu mereda.

“Seketika warga sekitar ikut membantu korban untuk menghindari serangan tawon dan langsung mengantarkan korban ke Puskesmas Kebandaran," kata Wakil Kepala Polsek Bodeh, Ipda Suripto, dalam keterangannya, Selasa malam.

Lantaran kondisinya sudah parah, kedua korban serangan tawon ini lantas dirujuk ke Rumah Sakit Prima Medika, Pemalang. Hasil pemeriksaan, Suwaryo disengat sebanyak 60 kali. Sedangkan Endriyati menderita sengatan sebanyak 85 kali.

Simak video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Sekilas Tawon Gung (Apis Dorsata)

Meski sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Prima Medika Pemalang, kedua korban akhirnya meninggal dunia. Endriyati meninggal dunia pada Senin pagi (25/11/2019) sekitar pukul 01.00 WIB.

Adapun Suwaryo, meninggal dunia selang sekitar 19 jam setelahnya, sekitar pukul 20.00 WIB. Keduanya lantas dimakamkan di Pemakaman Umum Desa Jragan, Bodeh Pemalang.

"Kami turut berbela sungkawa, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” ucapnya.

Kepala Polsek Bodeh, AKP Sriyanto mengimbau agar warga berhati-hati saat beraktivitas di sekitar area sarang tawon. Sebab, akhir-akhir ini banyak laporan serangan mendadak.

Dia juga menugaskan Bhabinkamtibmas untuk mendata lokasi keberadaan sarang-sarang tawon di desa binaannya untuk mengantisipasi kejadian serupa.

“Diharapkan warga berhati-hati dan mengurangi aktivitas di sekitar area sarang tawon di lingkungannya," kata Kapolsek.

Sekilas tawong Gung, adalah penghasil penghasil madu nomor satu di hutan. Tetapi, ia liar dan ganas sehingga tak bisa dipelihara.

Satu sifat yang khas adalah, ketika merasa terusik, maka tawon ini akan menyerang bersamaan atau keroyokan. Penyebabnya bisa bermacam-macam.

Terusik karena manusia atau satwa. Predator tawon Gung yang paling mungkin di Jawa adalah elang. Cuaca diduga juga kerap menyebabkan tawon berubah menjadi agresif dan menyerang tanpa penyebab.

Loading